Ridwan Kamil: NasDem Siap Dukung Saya di Pilgub Jawa Barat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Ki-ka) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Walikota Bandung Ridwan Kamil bertemu di Balai Kota Jakarta, 25 Februari 2016. TEMPO/Inge Safitri

    (Ki-ka) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Walikota Bandung Ridwan Kamil bertemu di Balai Kota Jakarta, 25 Februari 2016. TEMPO/Inge Safitri

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dikunjungi oleh perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Barat, Jumat, 11 Maret 2016. Pria yang akrab disapa Emil ini diundang dalam pelantikan Ketua DPW Jabar yang baru, Saan Mustopa.

    "Nasdem mau audiensi bahwa akan ada pelantikan Ketua Jawa Barat Saan Mustopa. Dia politisi kawakan, dulunya sekolah di UPI Bandung. Dilantik sama Surya Paloh hari Minggu (13 Maret 2016). Intinya saya diundang," kata Ridwan Kamil di Pendopo Kota Bandung, Jumat siang.

    Tidak hanya memberikan undangan, Ridwan Kamil mengaku Partai NasDem juga menyinggung ihwal pilkada Gubernur Jawa Barat 2018. "Ada menyinggung-nyinggung Jawa Barat," ujarnya.

    Ridwan Kamil menjelaskan, NasDem akan memberikan dukungan jika dirinya maju dalam pencalonan Gubernur Jawa Barat 2018. Namun pernyataan tersebut dikeluarkan tidak secara resmi.

    "Mereka menyampaikan aspirasi, kalau waktunya tiba siap-siap didukung jadi Gubernur Jabar, tapi itu secara informal, bukan pernyataan resmi," tuturnya.

    Ridwan Kamil tidak menutup kemungkinan menerima pinangan dari Partai NasDem pada pilgub Jabar 2018. Pasalnya, Partai Gerindra yang mendukungnya pada Pilwalkot Bandung belum tentu memberikan dukungan serupa di pilgub Jawa Barat.

    "Saya kan didukung Gerindra di pilwalkot, kalau di (pilgub) Jabar konstelasi bisa berubah. Kalau Partai Gerindra dan PKS punya calon sendiri gimana," bebernya.

    Besar kemungkinan Ridwan Kamil juga diminta untuk menjadi kader partai jika ingin maju ke panggung politik yang lebih tinggi. Namun demikian, dia masih berat menanggalkan statusnya sebagai pegawai negeri sipil.

    "Belum saya putuskan karena saya masih PNS, itu betul-betul keputusan besar karena harus mundur dari PNS. Nanti saja menjelang 2018 keputusannya kalau memang saya memutuskan ke Jabar. Kan saya masih fifty-fifty bisa juga saya melanjutka wali kota," katanya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.