Ade Komaruddin Deklarasikan Diri sebagai Calon Ketua Umum Golkar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ade Komarudin menyampaikan pidato saat acara deklarasi calon ketua umum Partai Golkar di Alun-alun utara Yogyakarta, 11 Maret 2016. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah petinggi Partai Golkar, sesepuh partai dan Sri Sultan HB X. TEMPO/Pius Erlangga

    Ade Komarudin menyampaikan pidato saat acara deklarasi calon ketua umum Partai Golkar di Alun-alun utara Yogyakarta, 11 Maret 2016. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah petinggi Partai Golkar, sesepuh partai dan Sri Sultan HB X. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.COYogyakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Ade Komaruddin mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar dan menyatakan siap bertarung dalam musyawarah nasional pada April nanti.

    Pernyataan itu ia tegaskan dalam pidato deklarasinya sebagai calon ketua umum, yang dihadiri pengurus DPD I dan II DPD Golkar se-Indonesia, di Alun-alun utara Yogyakarta, Jumat petang, 11 Maret 2016.

    Dalam pidatonya, Ade membacakan lima poin ikrar yang disebutnya sebagai ikrar Pancakarsa. 

    "Satu, kita semua harus kembali seperti cita-cita awal para pendiri, yaitu menjadikan Golkar sebagai partai moderat, bersih, dan berjiwa karya kekaryaan," ujarnya.

    Kedua, bahwa pihaknya akan membangun Golkar yang modern. "Partai yang terbuka, transparan, dan partisipatif," ujarnya.

    Ketiga, Ade akan menjadikan semangat rekonsiliasi, konsolidasi, dan kebersamaan dalam memajukan Partai Golkar.

    Keempat, akan mengutamakan semangat meritokrasi, kerja sama, dan gotong royong dalam pemenangan Partai Golkar.

    Kelima, akan mendorong Partai Golkar sebagai jangkar stabilitas politik nasional untuk kesejahteraan rakyat.

    "Dengan ikrar ini, saya menyatakan siap maju sebagai calon Ketua Umum Golkar," tuturnya.

    Ade menuturkan kesiapannya maju sebagai calon ketua umum muncul setelah ia berkunjung ke pengurus di 23 provinsi di Indonesia. "Jadi saya memang perlu menyatakan ikrar ini demi menyerap aspirasi kader dan pengurus," ucapnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.