Anggaran Penanganan Kebakaran Hutan Akan Ditambah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak berjalan sebelum misa di Gereja Sion, Palangkaraya, Kalimanta Tengah, 4 Oktober 2015. Kebakaran hutan di sejumlah daerah di Indonesia membuat sejumlah anak-anak menjadi korbannya. ANTARA FOTO

    Anak-anak berjalan sebelum misa di Gereja Sion, Palangkaraya, Kalimanta Tengah, 4 Oktober 2015. Kebakaran hutan di sejumlah daerah di Indonesia membuat sejumlah anak-anak menjadi korbannya. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan pemerintah daerah sudah menyiapkan anggaran untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan. "Dilihat dari penjelasan Gubernur Riau, dia sekarang punya anggaran lebih besar," kata Siti saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian pada Jumat, 11 Maret 2016.

    Menurut Siti, besaran kenaikan anggaran sejumlah wilayah itu mencapai Rp 100 miliar dibandingkan tahun lalu. Ia menuturkan jika tahun lalu satu provinsi bisa memiliki anggaran Rp 2 miliar atau Rp 3 miliar.

    Untuk anggaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti mengungkapkan pihaknya memiliki sejumlah anggaran untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan. "Kami punya dana Rp 600 miliar, tetapi hampir Rp 500 miliar untuk pembelian helikopter," ujarnya.

    Helikopter yang dimaksud oleh Siti Nurbaya dimaksudkan untuk mengawasi lahan-lahan dan hutan dan mengontrolnya agar tak terjadi kebakaran lagi. Ia menuturkan dana itu belum cair sampai saat ini. "Belum cair, kan untuk beli helikopter."

    Ketika ditanyakan mengenai siapa saja perusahaan yang terbukti membakar hutan pada periode Januari sampai awal Maret 2016, Siti mengaku belum dapat data lengkap dari kepolisian daerah. Namun ia mengungkapkan, perusahaannya berbeda dengan periode lalu.

    Namun ia mengaku melihat perusahaan-perusahaan itu juga kerja keras dan masuk tim gabungan. "Jadi saya diberitahu mereka juga melakukan water bombing, hingga ribuan kali, kami enggak bisa katakan ini perintah disuruh atau apa."

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.