Kebakaran Lahan, Riau Fokus Padamkan Api 4 Daerah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas bersama gajah berpatroli kebakaran di pedalaman hutan Provinsi Riau, 19 November 2015. Gajah digunakan petugas untuk berpatroli sekaligus membantu memadamkan kebakaran hutan. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Petugas bersama gajah berpatroli kebakaran di pedalaman hutan Provinsi Riau, 19 November 2015. Gajah digunakan petugas untuk berpatroli sekaligus membantu memadamkan kebakaran hutan. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COPekanbaru - Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Riau Brigadir Jenderal TNI Nurendi menyebutkan hingga kini petugas pemadam fokus mengantisipasi semakin meluasnya kebakaran lahan di empat wilayah pesisir Riau. Musim panas yang melanda daerah tersebut dituding sebagai penyebab masifnya pertumbuhan titik api.

    "Kami fokus pemadaman di empat daerah pesisir timur Riau," kata Nurendi, Kamis, 10 Maret 2016.

    Empat daerah tersebut adalah Dumai, Bengkalis, Rokan Hilir, dan Meranti. Nurendi mengatakan ancaman kebakaran lahan yang dikhawatirkan menimbulkan kabut asap cukup berpotensi melanda daerah pesisir Riau menyusul musim panas yang melanda sebulan terakhir. Hingga kini kurang-lebih 300 hektare lahan gambut di Riau terbakar. Namun kabut asap belum mengganggu kualitas udara. (Baca: Ada 59 Titik Panas di Sumatera, Riau Terbanyak)

    Menurut Nurendi, kini Komando Resort Militer 031/Wirabima Riau telah mengerahkan 400 pasukan TNI yang disebar di sejumlah wilayah titik api. Jumlah tersebut masih dianggap mampu menangani kebakaran lahan. Namun persoalannya, kata dia, jumlah petugas pemadam di lapangan tidak sebanding dengan ketersediaan alat pemadam.

    "Peralatan pemadam sangat kurang sekali," ujarnya.

    Nurendi menyebutkan saat ini petugas sangat membutuhkan mesin pompa air dan alat berat untuk melokalisasi api agar tidak meluas. Terlebih titik api yang cukup jauh di dalam hutan sangat sulit dijangkau sehingga petugas kesulitan memadamkan api. Sampai saat ini, menurut Nurendi, petugas masih menunggu bantuan dua unit helikopter waterbombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

    "Kami sudah mengajukan peminjaman dua helikopter dan satu pesawat modifikasi cuaca," ujarnya. (Baca juga: Kebakaran Hutan Riau, BNPB Akan Kirim 2 Helikopter)

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mengeluarkan peringatan wilayah Riau waspada kabut asap. Musim kering yang melanda pesisir Riau memicu maraknya kebakaran hutan dan lahan. Hingga kini Satelit Tera dan Aqua masih memantau 11 titik panas yang tersebar di wilayah Riau.

    Menurut Sugarin, Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, saat ini wilayah pesisir timur Riau mengalami musim kemarau periode pertama. Peluang hujan di beberapa wilayah dominan gambut, seperti Bengkalis, Dumai, Meranti, dan Siak, sangat minim, hanya 10 sampai 20 persen. Kondisi tersebut diprediksi berlangsung hingga awal April 2016 yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran lahan. "Pengaruh El Nino masih kuat," katanya.

    Kebakaran lahan dua pekan terakhir marak terjadi di sejumlah daerah di Riau. Terakhir, Kepolisian Daerah Riau mencatat, secara keseluruhan, luas hutan yang terbakar di Riau mencapai 222,5 hektare.

    Titik api baru terus bermunculan dan membakar lahan gambut. Di Kota Dumai dan Bengkalis, luas lahan yang terbakar bahkan mencapai ratusan hektare. Kebakaran lahan juga merembet ke kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil. Namun kebakaran lahan Riau sejauh ini belum menimbulkan bencana kabut asap. Riau menyatakan darurat kebakaran lahan hingga tiga bulan ke depan. (Baca juga: Kabut Asap, Warga Riau Gugat Negara

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.