Tertimbun Longsor, Jalan Cianjur-Cikalongkulon Tersendat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jalan amblas / longsor. ANTARA/Syafril Adriansyah

    Ilustrasi jalan amblas / longsor. ANTARA/Syafril Adriansyah

    TEMPO.CO, Cianjur - Longsor yang menutupi ruas jalan utama Cianjur-Cikalongkulon di Kampung Cigolonggong, Desa Cinangsi, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, para Rabu malam kemarin belum selesai dievakuasi. Akibatnya, hingga hari ini arus lalu lintas tersendat karena badan jalan tidak bisa dilalui kendaraan.

    Longsoran tanah setinggi 10 meter itu baru bisa ditangani oleh petugas Dinas Binamarga Kabupaten Cianjur pada pukul 21.00 hingga 03.00 WIB menggunakan backhoe. Namun, padatnya gundukan tanah membuat evakuasi tidak bisa diselesaikan dalam waktu satu hari.

    Kepala Kepolisian Sektor Cikalongkulon, Ajun Komisaris Kusmayadi, mengaku sudah hampir 12 jam lebih petugas membersihkan longsoran tanah. Proses pembersihan material longsor terhambat karena kendaraan memaksa menerobos walaupun arus lalu lintas sudah dialihkan ke jalur alternatif Mande dan Sukaluyu.

    "Penyebab longsor kemungkinan lantaran intensitas hujan yang sangat tinggi. Kami lakukan untuk berkoordinasi dengan Dinas Binamarga," ujar Kusmayadi do Cianjur, Kamis 10 Maret 2016.

    Saat ini, jalanan dan lalu lintas sudah sedikit normal meskipun kendaraan jenis mobil belum bisa melintas. "Petugas Dinas Binamarga masih merapikan sedikit sisa tanah yang menutupi jalan," ujar Kusmayadi.

    Kusmayadi menambahkan, ada sejumlah wilayah yang berpotensi longsor di Kecamatan Cikalongkulon. Dia mengaku sudah mengimbau warga agar waspada untuk mengantisipasi adanya korban jiwa.

    "Dari informasi yang kami himpun, ada lima lokasi yang berpotensi longsor di Kecamatan Cikalongkulon yakni Desa Mekarsari, Mekarjaya, Cigunungherang, Ciwaregu, dan Warudoyong," katanya.

    DEDEN ABDUL AZIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.