KNKT Menganalisis Barang Bukti dalam Bangkai Kapal Rafelia 2

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komandan Pangkalan Angkatan Laut Banyuwangi, Letnan Kolonel Laut Wahyu Endriawan disela pencarian jenazah korban Rafelia 2. TEMPO/David Priyasidharta.

    Komandan Pangkalan Angkatan Laut Banyuwangi, Letnan Kolonel Laut Wahyu Endriawan disela pencarian jenazah korban Rafelia 2. TEMPO/David Priyasidharta.

    TEMPO.COBanyuwangi - Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Pelayaran Komite Nasional Keselamatan Transportasi Kapten Aldrin Dalimunte mengatakan pihaknya saat ini tengah menganalisis sejumlah barang bukti yang ditemukan dalam kapal Rafelia 2, yang karam di dasar laut Selat Bali. Menurut dia, barang bukti tersebut merupakan hasil temuan ketika pihaknya melakukan penyelaman di dalam bangkai kapal tersebut.

    Namun Aldrin menolak merinci hasil temuan barang bukti tersebut. Dia juga belum bisa memastikan apakah barang bukti itu sudah bisa mengungkap penyebab tenggelamnya kapal tersebut. "Sedang dianalisis," katanya melalui pesan WhatsApp, Kamis, 10 Maret 2016.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyelaman untuk menyelidiki penyebab tenggelamnya kapal Rafelia 2 itu dilakukan pada Senin siang, 7 Maret 2016. Penyelaman dilakukan selama 30 menit mulai pukul 12.30 hingga 13.00 WIB, dengan melibatkan penyelam dari Pangkalan Angkatan Laut Banyuwangi.

    Sejumlah hasil temuan barang bukti selama penyelaman di bangkai kapal Rafelia 2 yang karam itu sudah diserahkan kepada KNKT. Dalam penyelaman juga dilakukan pengambilan gambar serta video. Selain itu, KNKT mewawancarai korban serta kru kapal Rafelia 2.

    Kapal Rafelia 2 karam di perairan Selat Bali, Jumat siang pekan lalu. Kapal itu mengangkut 82 penumpang serta 26 kendaraan roda dua, roda empat, dan truk. Sebanyak 76 penumpang selamat, beberapa di antaranya mengalami luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan 6 orang tewas, termasuk nakhoda Rafelia 2.

    Kepolisian Resor Banyuwangi sudah meminta keterangan kepada sejumlah saksi, dari penumpang, kru kapal, pemilik kapal, hingga otoritas pelayaran, yakni ASDP Gilimanuk dan Syahbandar Gilimanuk.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.