Gelombang Pasang Terjang Lumajang karena Gerhana Matahari?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Oky Lukmansyah

    ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Lumajang - Gelombang pasang menerjang pesisir selatan Lumajang di Kecamatan Tempursari, Kamis, 10 Maret 2016. Warga setempat yakin, gelombang pasang dipengaruhi kejadian gerhana matahari total pada Rabu, 9 Maret 2016.

    Tokoh masyarakat Tempursari yang berprofesi sebagai nelayan, Samsul, mengatakan gelombang pasang sudah terjadi dalam empat hari terakhir. Namun dampak yang lebih parah terjadi sejak Rabu pagi hingga Kamis pagi. Gelombang pasang pascagerhana matahari total mengakibatkan terkikisnya pesisir pantai selatan. "Wisata pesisir Tempursari terkikis gelombang pasang," kata Samsul, Kamis, 10 Maret 2016.

    Abrasi pantai menerjang dua deret cemara udang di sekitar tempat pelelangan ikan (TPI). Belasan pohon cemara udang, yang sudah berusia 7 tahun, roboh terseret gelombang pasang. Gelombang pasang juga menerjang jalan aspal di sepanjang Pantai Watu Godeg, Tempursari. "Jalan aspal sepanjang kurang lebih 500 meter juga terkena terjangan gelombang pasang," tuturnya.

    Gelombang pasang setinggi 4 meter itu sesekali menutup jalan aspal di Pantai Watu Godeg. "Banyak pengendara motor yang melewati jalan tersebut basah kuyup terkena percikan air laut," katanya.(Baca juga: Ini Pengalaman Peneliti ITB Lihat Gerhana Matahari di Poso)

    Samsul mengatakan warga setempat percaya kalau gelombang pasang ini terjadi karena pengaruh gerhana matahari total. Gelombang pasang, seperti saat ini, tidak mesti terjadi setahun sekali terjadi. "Kami menduga ini pengaruh gerhana matahari kemarin," ucapnya.

    Gelombang pasang ini, kata Samsul, praktis membuat nelayan Tempursari libur. "Gelombangnya terlalu tinggi. Nelayan takut untuk melaut," tuturnya. Warga setempat berharap, pemerintah memasang alat pemecah ombak di pesisir selatan Tempursari. Dia khawatir, jika gelombang pasang terus terjadi, akses jalan tersebut bakal terputus.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Hendro Wahyono mengatakan pihaknya baru menerima laporan ini. "Kami akan menerjunkan personel BPBD untuk memonitor kejadian gelombang pasang tersebut," katanya. Hendro membantah gelombang pasang yang terjadi merupakan pengaruh dari gerhana matahari total.



    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.