Satu Korban Longsor di Hotel Club Bali Cianjur Dievakuasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas berjaga saat alat berat membersihkan sisa longsor tebing di perbatasan Bogor-Cianjur, Jabar, Kamis (10/1). ANTARA/Jafkhairi

    Seorang petugas berjaga saat alat berat membersihkan sisa longsor tebing di perbatasan Bogor-Cianjur, Jabar, Kamis (10/1). ANTARA/Jafkhairi

    TEMPO.CO, Cianjur - Satu korban yang tertimbun reruntuhan hotel Club Bali di  Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berhasil dievakuasi, Kamis, 10 Maret 2016. Korban bernama Bun Susanto, 35 tahun, diangkat dari bawah reruntuhan setelah proses dievakuasi dilakukan sejak pukul 08.00 WIB.

    (Baca: Hotel Club Bali di Cianjur Ambruk, Lima Orang Tertimbun)

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur Asep Suparman mengatakan proses evakuasi Bun lebih cepat karena posisinya sudah diketahui. Menurut dia, selain Bun, masih ada dua korban lain yang belum ditemukan. "Satu korban atas nama Bun Susanto berhasil dievakuasi. Tinggal dua korban lagi yang belum," kata Asep di lokasi kejadian, Kamis, 10 Maret 2016.

    Berdasarkan data BPBD Kabupaten Cianjur, dua korban yang belum ditemukan adalah suami-istri Budi Susanto-Meilanawati alias dr Mey. Asep mengatakan tim saat ini fokus menggali lokasi kamar yang dihuni Budi dan Mey. "Dua korban lagi sedang dalam proses evakuasi," ujarnya.

    (Baca juga: Petugas Evakuasi Anak Perempuan dari Hotel Ambruk di Cianjur)

    Hotel Club Bali di kompleks Kota Bunga diterjang longsor dari tebing yang ada di dekat hotel. Akibatnya, hotel ambruk. Sebelas orang terkurung dalam kamar hotel. Enam orang bisa diselamatkan saat itu juga, dua lagi dievakuasi setelah terkurung belasan jam. "Tiga korban dipastikan tewas tertimbun, baru satu jenazah berhasil ditemukan," kata Asep.

    DEDEN ABDUL AZIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?