Jokowi Ingatkan Perombakan Kabinet I Akibat Dwelling Time

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo/Jokowi. REUTERS/Darren Whiteside

    Presiden Joko Widodo/Jokowi. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan menteri dalam kabinetnya segera menyelesaikan masalah masa waktu tunggu muat-bongkar barang atau dwelling time. Jokowi mengatakan salah satu penyebab perombakan kabinet jilid pertama adalah masalah dwelling time.

    Jokowi berujar, jangan sampai hal ini terulang kembali. "Saya tunggu. Jika enam bulan tidak bergerak sama sekali, ada menteri yang akan saya copot," ucap Jokowi saat meresmikan Pusat Logistik Berikat di Cilincing, Jakarta, Kamis, 10 Maret 2016. "Saya cek lagi sudah di bawah lima hari."

    Jokowi mengaku kecewa karena dwelling time di Indonesia mencapai enam-tujuh hari. Ia mencontohkan dwelling time di Singapura yang hanya satu hari, sementara di Malaysia dua hari.

    Jokowi menginstruksikan menteri yang terkait dwelling time mengikuti sistem yang dilakukan Singapura dan Malaysia. Presiden menuturkan, bulan ini atau bulan depan, ia berharap waktu dwelling time hanya tiga hari.

    Presiden mengingatkan menteri yang sekarang ada di kabinetnya segera menyelesaikan masalah dwelling time, supaya tidak menjadi korban seperti pada perombakan kabinet I. "Jangan sampai ada korban lagi terkait dengan dwelling time, jangan main-main lagi," katanya.

    Pada perombakan kabinet I pada Agustus tahun lalu, Jokowi mencopot sejumlah menteri, termasuk Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Susilo. Beberapa pekan sebelumnya, Jokowi sempat marah besar ketika melakukan inspeksi mendadak mengenai dwelling time di Tanjung Priok. Saat itu ia menyatakan tidak takut mencopot menteri jika masalah dwelling time tak segera dibereskan.

    Selain Indroyono, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, serta Menko Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno dicopot Jokowi. Presiden juga menggeser posisi Sofyan Djalil dari Menko Perekonomian menjadi Kepala Bappenas.

    ANANDA TERESIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.