Banjir Rendam Ribuan Hektare Tanaman Padi di Pantura  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi petani/sawah/ masa tanam padi. ANTARA/Abriawan Abhe

    Ilustrasi petani/sawah/ masa tanam padi. ANTARA/Abriawan Abhe

    TEMPO.CO, Subang - Ribuan hektare tanaman padi berusia 15-30 hari di wilayah Pantai Utara (Pantura) Subang, Jawa Barat, terendam banjir. Akibatnya tanaman padi berusia muda tersebut mengalami kerusakan bahkan ada yang membusuk dan dipastikan mengalami puso.

    Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Subang Endang Sutarsa, Rabu, 9 Maret 2016, mengatakan angka pasti tanaman padi yang terendam tersebut seluas 1.458 hektare dan tersebar di sembilan kecamatan.

    Areal persawahan yang terendam tersebut berada di Kecamatan Patokbeusi, Cipunagara, Ciasem, Sukasari, Pusakanagara, Pusakajaya, Cikaum, Legon Kulon, dan Pamanukan. "Lama rendaman di tujuh kecamatan tercatat sejak 22 Februari 2016 atau lebih dari 15 hari," kata Endang.

    Di antara ribuan hektare yang terendam tersebut, sebagian ada yang sudah surut. Namun, di antaranya sudah rusak. "Kalau tidak ditanam ulang, maka dipastikan akan mengalami puso," kata Endang. Tanaman padi yang usianya tujuh hari kemudian terendam lebih dari sepekan, makan akan menimbulkan puso.

    Adapun tanaman padi lain yang terendam di Kecamatan Legon Kulon dan Kecamatan Pamanukan, terendam sejak 4 Maret 2016. Karena masa rendam banjirnya belum lebih dari dua pekan, niscaya bisa diselamatkan atau lolos dari puso.

    Endang mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan berapa besar kerugian yang dialami para petani di sembilan kecamatan tersebut akibat tanaman padinya mengalami puso. "Datanya masih kami hitung," tuturnya.

    Seorang petani di Kecamatan Legon Kulon, Kusnadi, mengaku pasrah melihat kenyataan tanaman padinya yang baru berumur 15 hari, dipastikan tak bisa diselamatkan lagi karena rusak dan sudah membusuk. "Terpaksa harus tanam ulang. Tapi, tanam ulangnya enggak bisa dilakukan sekarang, harus menunggu bebas banjir dulu," ujarnya.

    Kepala Bidang Sumber Daya Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Subang Hendrawan mengungkapkan, banjir yang merendam ribuan hektare tanaman padi di sembilan kecamatan tersebut disebabkan banyaknya tanggul yang rusak.

    Di antaranya, jebolnya tanggul di Sungai Pengarengan, di Kecamatan Legon Kulon, dan amblesnya bantaran Sungai Cipunagara sepanjang seratus meter di Kecamatan Pusakanagara serta terjadinya sedimentasi di sejumlah saluran irigasi sekunder dan tersier. Meski begitu Hendrawan optimistis, sebagian besar tanaman padi yang terendam tersebut bisa terselamatkan. "Caranya, kami akan membuang genangan airnya itu," ujarnya.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?