Tiga Korban Masih Terjebak Longsor Hotel Club Bali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. zimbio.com

    Ilustrasi. zimbio.com

    TEMPO.COJakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menyatakan masih ada tiga korban yang terperangkap timbunan longsor di Hotel Club Bali, Villa Kota Bunga, Desa Batulawang, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Hingga pukul 21.00 tadi malam, petugas evakuasi masih belum menemukan mereka.

    "Korban masih tertimbun puing bangunan," kata Sutopo dalam keterangan resminya, Rabu, 9 Maret 2016. Ketiga korban yang belum berhasil dievakuasi adalah Budi Tanuadi Supena (52 tahun) dan istrinya dokter Merianawati (52) asal Bandung yang berada di kamar nomor 145. Sementara itu, Bun Susanto (35), asal Jakarta, berada di kamar nomor 144.

    Sutopo mengatakan evakuasi korban dihentikan sementara. Tim SAR masih kesulitan melanjutkan pencarian lantaran hujan deras yang mengguyur Cianjur. Evakuasi baru dilanjutkan pagi ini.

    Sebanyak enam dari delapan orang yang telah dievakuasi ditemukan selamat. Dua lainnya luka berat. Korban yang terluka berat dirawat di RSUD Cimacan. 

    Korban yang belum ditemukan diduga masih tertimbun material longsor yang cukup berat. "Alat berat tidak dapat dikerahkan ke lokasi karena sulit dijangkau sehingga pencarian dilakukan dengan manual," kata Sutopo.

    Sutopo menuturkan sebanyak 400 personel tim SAR gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi korban longsor. Tim gabungan yang terdiri atas BNPB, BPBD Kabupaten Cianjur, BPBD Provinsi Jawa Barat, TNI, Polri, PMI, Basarnas, Tagana, relawan, dan lainnya, membantu penanganan evakuasi korban. Untuk membantu evakuasi, tim gabungan menyediakan alat berat untuk mengangkat puing beton. Hotel Club Bali kini telah dikosongkan, dan listrik dipadamkan. 

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?