Peternak Pinrang Jual Sapi Pengidap Penyakit Antraks

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Machfoed Gembong

    TEMPO/Machfoed Gembong

    TEMPO.COPinrang - Seorang peternak sapi di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Zainuddin, 46 tahun, mengaku menjual sapi yang telah mati karena diduga mengidap penyakit antraks. “Saya jual dengan harga murah, kira-kira Februari lalu,” katanya, Rabu, 9 Maret 2016.

    Menurut Zainuddin, sapinya dijual dengan hanya Rp 1,5 juta per ekor. Sedangkan harga sapi di Pinrang bisa mencapai Rp 7-8 juta per ekor. Dia tak menampik daging sapi yang mati karena mengidap penyakit antraks bisa membahayakan yang mengkonsumsinya. "Kami paham sapi antraks berbahaya," ujarnya.

    Keputusan Zainuddin yang menjual sapi pengidap penyakit antraks itu sudah diketahui Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Muladno saat mengunjungi Desa Malimpung, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Selasa, 8 Maret 2016.

    Desa Malimpung merupakan salah satu wilayah yang terserang virus antraks. Puluhan ternak sapi milik warga terjangkit antraks. Muladno merasa terkejut oleh ulah peternak seperti Zainddin yang menjual sapi yang diduga mengidap antraks. “Bahaya jika virus itu menyebar ke tubuh manusia, jadi kami imbau agar petani tidak jual lagi sampai dinyatakan bebas virus antraks," tuturnya.

    Muladno menerangkan, daging sapi yang terkena virus antraks dan telah telanjur dijual atau beredar di pasaran berbahaya bagi warga yang mengkonsumsinya. "Sangat berbahaya daging sapi yang terkena bakteri antraks jika dikonsumsi manusia, bisa menyebabkan kematian karena menyerang limpa manusia," ucapnya, sembari mengimbau para peternak sapi di Pinrang agar tidak menjual sapi yang diduga mengidap penyakit antraks. (Baca juga: Antisipasi Penularan Antraks, Perketat Distribusi)

    Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pinrang Johanis mengatakan sedang melakukan koordinasi dengan Dinas Perdagangan guna mengantisipasi peredaran daging sapi yang mengandung antraks. "Selain melakukan vaksinasi sapi, kami juga mendatangi pasar untuk mencari daging yang terkena antraks, tapi sampai hari ini belum ada temuan," tuturnya.

    Kematian mendadak puluhan ekor sapi di Desa Malimpung terjadi dalam dua minggu terakhir. Hingga Selasa kemarin, tercatat 31 ekor sapi dan 5 ekor kerbau mati. Peristiwa itu membuat para peternak dan warga geger dan panik.

    DIDIET HARYADI SYAHRIR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.