Elpiji 3 Kilogram Langka di Purwakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Dasril Roszandi

    TEMPO/ Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Purwakarta - Beberapa pekan terakhir, warga Purwakarta, Jawa Barat, kesulitan memperoleh gas elpiji ukuran 3 kilogram. Warga Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Iwan, mengatakan gas tabung tersebut seolah hilang di pasaran.

    "Di daerah kami, elpiji 3 kg kosong. Kami mohon Bupati mencari solusi secepatnya," ucap Iwan, Rabu, 9 Maret 2016. Kalaupun ada, ujar dia, gas bersubsidi tersebut dibanderol dengan harga Rp 20- 25 ribu per tabung dari harga normal Rp 16.400 per tabung.

    Menanggapi hal itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengaku akan bergerak cepat mencari penyebab hilangnya gas elpiji 3 kilogram. "Saya sudah menerjunkan tim dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM untuk melakukan investigasi lapangan," tuturnya.

    Menurut dia, berdasarkan temuan sementara tim di lapangan, langkanya gas elpiji karena bobroknya jalur distribusi. "Banyak agen dan pemilik pangkalan menjual gas kepada para pengecer motoris," katanya. Pengecer tersebut kemudian menjual gas ke luar Purwakarta.

    Atas temuan itu, Dedi menyatakan akan menindak tegas agen dan pemilik pangkalan yang terbukti melakukan pelanggaran. "Kami pastikan izin usahanya dicabut," ucapnya. Dia juga meminta kepala desa dan lurah dibantu Babinsa TNI Angkatan Dasar serta Babinkam Polri memantau agen dan pemilik pangkalan.

    "Kepada Pertamina dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas), kami minta segera memasok lebih banyak gas elpiji 3 kilogram, supaya masyarakat tidak kesusahan lagi," ujar Dedi.

    Pengurus Hiswanamigas Kabupaten Purwakarta, Neneng Nurhasanah, menuturkan akan segera melakukan penambahan pasokan. "Hari ini kami akan melakukan menyalurkan 23 LO dari 40 LO tambahan tabung yang sudah kami siapkan," ucapnya.

    NANANG SUTISNA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.