Pencatut Nama Menteri Adalah Pejabat dan Purnawirawan TNI?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penipuan

    Ilustrasi Penipuan

    TEMPO.CO, Jakarta – Kepolisian Daerah Metro Jaya berhasil membekuk komplotan penipu yang mencatut nama menteri. Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui para pelaku merupakan pemain lama.

    Penyidik yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan alasan pelaku berhasil mendekati pejabat-pejabat untuk dijadikan korban. "Karena mereka sendiri juga pejabat. Ada juga yang purnawirawan TNI," ujar penyidik tersebut kepada Tempo, Rabu, 9 Maret 2016.

    Sebelumnya, Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil menangkap tiga orang yang mengaku sebagai menteri dan staf ahli presiden untuk memperjualbelikan jabatan di kementerian atau badan usaha milik negara. Mereka adalah Ichsan A., 45 tahun, Suratno (50), dan Dera alias Aria Bima (24).

    Beberapa nama menteri yang mereka catut adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Untuk meyakinkan korbannya, mereka membuat rekening atas nama menteri-menteri itu.

    Korban-korban mereka adalah pejabat atau anggota TNI yang sudah mendekati masa pensiun. Hal itu terungkap dari barang bukti berupa buku daftar nomor telepon pejabat negara dan anggota TNI yang berhasil diamankan kepolisian saat penangkapan pada 28 Februari 2016.

    "Karena mereka pejabat juga, jadinya mudah untuk mendapat data pejabat lain dan mengaku-aku sebagai menteri," ujar penyidik itu.

    Belum diketahui persis berapa banyak korban dalam kasus ini. Namun Polda memprediksi jumlahnya cukup banyak, karena Ichsan cs sudah beraksi sebelum Joko Widodo menjadi presiden.

    "Untuk yang pernah menjadi korban, kami harap melapor. Dengan begitu, kami bisa menelisik lebih jauh seperti apa jaringan mereka," katanya.

    ISTMAN M.P.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.