Hanya Dua Jam, Perangko Gerhana PT Pos Indonesia Ludes

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi & Informatika, Rudiantara, memegang seri pertama penerbitan perangko Gerhana Matahari Total 2016 di Bandung, 27 Februari 2016. TEMPO/Prima Mulia

    Menteri Komunikasi & Informatika, Rudiantara, memegang seri pertama penerbitan perangko Gerhana Matahari Total 2016 di Bandung, 27 Februari 2016. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Yogyakarta PT Pos Indonesia wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan perangko khusus edisi Gerhana Matahari Total yang dijual di komplek masjid Kauman Yogyakarta ludes diserbu pengunjung yang berbondong-bondong menyaksikan fenomena langka itu, Rabu pagi, 9 Maret 2016.

    PT Pos Indonesia DI Yogyakarta hanya menurunkan satu unit mobil untuk menjajakan koleksi perangko edisi gerhana itu di depan komplek Masjid Kauman. "Kami sudah jualan sejak pukul 06.00 WIB, dan sebelum jam 08.00 WIB sudah habis perangko gerhana matahari itu," ujar Galih Heskaning, staf filateli Kantor Pos Yogya saat ditemui Tempo.

    Galih menuturkan pihak PT Pos Indonesia Yogya hanya mendapat jatah 100 lembar perangko edisi gerhana dari kantor pusat di Bandung. Tiap lembar berisi 24 keping perangko. Penjualan itu sudah mulai dilakukan per 1 Maret 2016 lalu. Pada hari H gerhana, 9 Maret 2016, hanya tersisa 25 lembar. (Baca juga: Wali Kota Risma Saksikan Gerhana Matahari di Pantai Kenjeran)

    "Masyarakat banyak memborong untuk dikoleksi karena ini fenomena alam sangat langka," ujar Galih. Penjualan perangko gerhana ini hanya terbatas di kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang, Yogya, Surabaya, dan Bandung.

    Satu keping perangko gerhana dijual dengan harga Rp 3.000. Yang mengambil foto peristiwa gerhana matahari total pada 1983 silam. Dengan ilustrasi separuh matahari tengah dicaplok raksasa Bhatara Kala. (Baca: Tonton Gerhana Matahari 2016 Secara Streaming, Klik ini)

    Galih menjelaskan PT Pos Indonesia sebenarnya mencetak sejumlah seri filateli menyambut gerhana matahari total ini. Seperti medalion, full shet, mini sheet, dan souvenir sheet. "Yogya hanya dijatah souvenir sheet, untuk medalion dan mini sheet hanya tersedia di kantor pusat, Bandung," ujar Galih.

    Tak hanya PT Pos yang menangguk untung penjualan. Anggota Persatuan Filateli Indonesia, Wati, mengaku pihaknya berhasil menjual sedikitnya 500 kartu pos bertema gerhana matahari dengan gambar pengunjung yang memadati Masjid Kauman.

    Lapak Wati lokasinya cukup strategis, berada di sisi mobil armada PT Pos Indonesia. Pengunjung yang membeli kartu pos gerhana bisa langsung memintakan cap pada petugas PT. Pos. "Satu akrtu pos Rp 5.000, bergambar peristiwa gerhana matahari tahun 1983 juga, ada tiga desain," ujar Wati. (Baca: Turis Ini Rela Tidur di Pinggir Pantai Demi Gerhana Matahari)

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.