Pilkada Banten, Siapa Saja Pesaing Rano Karno?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rano Karno mengucapkan sumpah dalam pelantikan sebagai Gubernur Banten di Istana Negara, Jakarta, 12 Agustus 2015. 12 Agustus 2015. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Rano Karno mengucapkan sumpah dalam pelantikan sebagai Gubernur Banten di Istana Negara, Jakarta, 12 Agustus 2015. 12 Agustus 2015. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.COSerang - Rano Karno akan maju sebagai calon Gubernur Banten dalam pemilihan kepala daerah serentak pada 2017. Rano, yang saat ini menduduki kursi Gubernur Banten, sudah mengutus tim suksesnya untuk mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon di kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten.

    Ketua DPD PDI Perjuangan Banten Sukira membenarkan tim sukses Rano Karno mengambil formulir pendaftaran ke Sekretariat DPD PDIP Banten pada Selasa, 8 Maret 2016. Menurut Sukira, sudah lima orang yang mengambil formulir pendaftaran untuk maju melalui PDI Perjuangan dalam memperebutkan jabatan Gubernur Banten periode 2017-2022.

    Selain Rano, tercatat sejumlah keluarga bekas Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, seperti Andika Hazrumi, yang merupakan putra sulung Ratu Atut; dan Tubagus Haerul Zaman, adik kandung Ratu Atut yang saat ini menjabat Wali Kota Serang. Nama lainnya adalah Taufik Nuriman (mantan Bupati Serang) dan Mulyadi Jayabaya (mantan Bupati Lebak).

    Sukira menjelaskan, PDI Perjuangan menjadi partai politik pertama yang membuka pendaftaran penjaringan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. “Target kami ada 10 atau 15 orang yang mendaftar,” katanya, Rabu, 9 Maret 2016.

    Seluruh berkas persyaratan pendaftaran akan diverifikasi oleh DPD PDI Perjuangan Banten. Kemudian diserahkan kepada DPP PDI Perjuangan di Jakarta. Keputusan akhir siapa yang akan diusung merupakan wewenang Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. “Kami hanya mengantarkan berkas mereka yang sudah mendaftarkan diri,” ujarnya.

    Tubagus Haerul Zaman mengatakan ia memiliki hak untuk ikut dalam pencalonan pilkada Banten. Partai Golkar membebaskan kadernya ikut mendaftarkan diri dalam pencalonan, baik melalui partai sendiri maupun partai lain. “Saya berniat mengabdi dan membenahi Provinsi Banten,” tutur Ketua DPD Golkar Kota Serang itu.

    Ihwal pencalonan Andika Hazrumi, yang merupakan keponakannya, Tubagus Haerul Zaman menyatakan hal itu sah-sah saja karena semua kader memiliki hak yang sama. "Ini membuktikan Golkar adalah partai terbuka,” ucapnya.

    Dia berharap elektabilitasnya akan semakin naik sehingga dapat mewakili Golkar dalam pilkada Banten. “Tentu segala keputusan akhir ada di DPP Golkar,” katanya.

    Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah mengaku tidak keberatan adik dan keponakannya mengikuti penjaringan bakal calon gubernur di partai lain. “Kader Golkar diperbolehkan mensosialisasikan diri, berkomunikasi dengan partai-partai lain, dan ikut serta dalam penjaringan partai lain karena Golkar partai terbuka,” tutur adik kandung Ratu Atut yang saat ini menjabat Bupati Serang itu.

    Ratu Tatu mengatakan Partai Golkar tidak mempermasalahkan kadernya mengikuti penjaringan di partai lain. “Silakan saja. Namun siapa yang akan diusung Golkar ditentukan DPP dengan melakukan survei terlebih dulu.” (Baca jugaPKS Siapkan Lima Nama Calon GantikanRano Karno)

    WASI'UL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.