Turis Ini Rela Tidur di Pinggir Pantai Demi Gerhana Matahari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerhana matahari yang terlihat dengan menggunakan roll film di gedung TEMPO, Palmerah, Jakarta Barat, 9 Maret 2016. Gerhana matahari sebagian di Jakarta berlangsung dari pukul 06.19 - 08.31 WIB. TEMPO/Fajar Januarta

    Gerhana matahari yang terlihat dengan menggunakan roll film di gedung TEMPO, Palmerah, Jakarta Barat, 9 Maret 2016. Gerhana matahari sebagian di Jakarta berlangsung dari pukul 06.19 - 08.31 WIB. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Belitung - Gerhana matahari yang hanya melewati 12 provinsi hari ini di Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing maupun lokal. Bangka dan Belitung menjadi salah satu provinsi yang dilewati gerhana yang hanya terjadi dalam kurun waktu 33 tahun sekali ini. Tak heran banyak pengunjung yang ingin menyaksikan peristiwa tersebut secara langsung dan berbondong-bondong mendatangi pantai Tanjung Klayang Belitung.

    Saking antusias dan ingin mendapat tempat yang pas, Rendi, 28, wisatawan asal Bandung Jawa Barat ini rela untuk tidur di pinggir pantai bersama teman-temannya hanya untuk menunggu gerhana matahari tersebut. (Baca juga: Saksikan Gerhana Matahari, Pengunjung Planetarium Bawa Bekal)

    "Sudah jauh-jauh dari Bandung kan gak lucu kalo ga kebagian tempat, mending merelakan untuk tidur di pinggir pantai daripada harus telat gara-gara macet di perjalanan hotel ke pantai," ujar Rendi saat dijumpai di Pantai Tanjung Klayang Belitung, Rabu 9 maret 2016. "Lagian 33 tahun sekali, kalau kelewat kapan lagi saya bisa lihat."

    Menurut informasi warga sekitar peristiwa gerhana yang akan terjadi sekitar pukul 7.20 waktu setempat akan terjadi selama 2 menit saja. Pantai Tanjung Klayang Belitung menjadi pusat masyarakat dan wisatawan Belitung untuk melihat gerhana matahari langka tersebut. (Baca: Nonton Gerhana di Ternate, Putri Raja Thailand Dijaga Ketat)

    Selain itu, di pantai ini akan hadir juga beberapa pejabat seperti menteri, bupati beserta jajarannya, namun Presiden Indonesia Joko Widodo yang rencananya hadir untuk menyaksikan gerhana di Belitung batal hadir.

    "Banyak ucapan selamat datang Jokowi, tapi katanya gak jadi dateng, ya sayang sih kapan lagi bisa ketemu langsung Jokowi," ujar Leina Marin, warga Tanjung Klayang Belitung. (Baca: Lihat Gerhana, Jokowi ke Belitung, JK ke Mana?)

    Sukma Rahardi, pria asal Yogyakarta ini sengaja memboyong keluarganya untuk melihat gerhana sekaligus berlibur. "Sekalian ke pantai-pantainya kan banyak yang bagus tuh," ujar Sukma Rahardi.

    Ribuan pengunjung Pantai Tanjung Klayang terus berdatangan dari berbagai daerah sekitar. Di antara pengunjung ada yang mengenakan kacamata khusus untuk melihat peristiwa gerhana, namun ada juga masyarakat yang menonton dengan mata telanjang. (Baca: Masih Ada 13 Gerhana Matahari di Indonesia Abad Ini)

    DWI RENJANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.