Gerhana Matahari, Penerbangan di Balikpapan Normal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan International, Balikpapan, Kalimantan Timur. TEMPO/Denny Sugiharto

    Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan International, Balikpapan, Kalimantan Timur. TEMPO/Denny Sugiharto

    TEMPO.COBalikpapan - PT Angkasa Pura Balikpapan Kalimantan Timur memastikan gerhana matahari total pada Rabu, 9 Maret 2016, tak akan mengganggu aktifitas penerbangan di Bandar Udara Sepinggan. Humas PT Angkasa Pura Balikpapan, Rio Hendarto, mengatakan jadwal penerbangan di Bandara Sepinggan tetap dimulai pukul 06.30 Wita hingga 22.00 Wita.

    “Jadwal penerbangan kami masih normal saja, tidak ada penundaan akibat gerhana matahari,” kata Humas PT Angkasa Pura Balikpapan, Rio Hendarto, Selasa, 8 Maret 2016.

    Bandara Sepinggan setidaknya melayani penerbangan keluar Balikpapan sebanyak 9 ribu hingga 15 ribu penumpang per harinya. Rio mengatakan gerhana matahari total yang hanya berlangsung selama 3 menit di wilayah Balikpapan tidak akan mempengaruhi penerbangan.



    “Bandara Sepinggan ada banyak lampu untuk menyinari proses penerbangan. Kami anggap seperti malam saja nanti dan semua lampu dihidupkan,” ujar dia.

    Dia mengatakan fenomena gerhana juga tak banyak berdampak pada melonjaknya jumlah pengguna transportasi udara. Menurut dia, penumpang kedatangan saat ini hanya mengalami kenaikkan menjadi 11 ribu penumpang per hari dari rata-rata sebanyak 9 ribu.

    Kepala Badan Meteorologi Balikpapan, Imam Mashudi mengatakan pihaknya masih meneliti dampak gerhana matahari total terhadap geo fisika, geo magnetic, gravimetric dan cuaca. Salah satu hasil penelitian tersebut adalah dampak gerhana matahari terhadap keselamatan penerbangan.

    “Ini belum ada yang mengetahui sehingga hasilnya bisa menjadi rekomendasi penerbangan kedepan,” katanya.

    Gerhana matahari, kata Imam, akan berdampak langsung terhadap ionisasi atmosfir akibat penurunan kelembaban suhu udara. Apalagi posisi antara planet bumi, bulan, dan matahari berada dalam satu garis lurus.

    “Hal ini yang mungkin juga menyebabkan adanya gangguan medan magnet bumi yang terdampak gerhana matahari,” katanya.

    SG WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?