Minggu, 18 November 2018

Gerhana Matahari di Bangka Tengah Kalah Aura dengan Pilgub

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Simulasi gerhana matahari di Planetarium, Taman Pintar, Yogyakarta, 1 Maret 2016. Gerhana Matahari total akan terjadi pada tanggal 9 Maret mendatang dan di kota Yogyakarta terlihat sekitar 83% disebut sebagai gerhana matahari parsial. TEMPO/Pius Erlangga

    Simulasi gerhana matahari di Planetarium, Taman Pintar, Yogyakarta, 1 Maret 2016. Gerhana Matahari total akan terjadi pada tanggal 9 Maret mendatang dan di kota Yogyakarta terlihat sekitar 83% disebut sebagai gerhana matahari parsial. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, PANGKALPINANG-- Kemeriahan dan semarak rangkaian kegiatan menyambut fenomena alam langka Gerhana Matahari Total (GMT) di Pantai Desa Terentang Kecamatan Koba Kabupaten Bangka terganggu dengan kentalnya aura politik yang disampaikan para tokoh yang akan maju dalam Pemilihan kepala daerah Babel pada tahun 2017 mendatang. Bahkan aura politis tersebut lebih dominan ketimbang perayaan GMT itu sendiri.


    Pengamat Politik dari Universitas Bangka Belitung Ibrahim mengatakan para kandidat calon Gubernur Babel tersebut dinilai mencoba memainkan momentum Gerhana Matahari Total  untuk melakukan politisasi dalam rangka mendongkrak popularitas.


    " Politisasi momentum dilakukan dengan memasang baleho, spanduk dan alat perasaan yang tujuan sebenarnya bukan mempromosikan GMT, tapi mempromosikan figur dan kandidat," ujar Ibrahim kepada Tempo, Selasa, 8 Maret 2016.


    Menurut Ibrahim, upaya mendompleng momentum GMT dikarenakan para kandidat yang diprediksi akan maju pada Pilgub Babel 2017 mendatang sedang panas bersaing mencari momentum yang pas untuk mendongkrak popularitas.


    "Caranya dengan mendompleng GMT sebagai alat yang diinstrumenisasi sedemikian rupa supaya menaikan popularitas. Jadi upaya politisi memainkan politik momentum ini sangat unik. Sama dengan uniknya GMT itu sendiri," ujar dia.


    Memainkan politik momentum ini, kata Ibrahim, adalah cara politisi menunjukkan keinginan dan pola komunikasi agar mereka dikenal sebagai salah satu figur kandidat yang bisa dipertimbangkan untuk dipilih oleh publik saat Pilgub nanti.


    "Kalau ditanyakan apakah permainan psikologi masyarakat ini bisa dimanfaatkan, saya kira itu relevan bagi masyarakat yang relevan dengan konteksnya," ujar dia.


    Ibrahim mencontohkan Bupati Bangka Tengah Erzaldi Rosman Johan sebagai salah satu figur yang diprediksi akan maju dalam Pilgub Babel yang memanfaatkan GMT di daerahnya untuk menggaet orang dan promosi daerah.


    "Secara otomatis, ini upaya untuk menggaet hati publik meski tanpa disadari. Begitu pula yang dilakukan Rustam Effendi sebagai calon petahana. Tapi ada figur lain yang saya lihat tanda politiknya cenderung dipaksakan memanfaatkan momentum GMT, yakni Basuri Tjahaja Purnama (Adik Ahok)," ujar dia.


    Dari pantauan Tempo, baleho bergambar calon Gubernur tersebut dipasang di kiri dan kanan bahu jalan dari Kota Pangkalpinang menuju Bangka Tengah dengan berbagai macam tulisan, seperti penyampaian pesan layanan masyarakat, ucapan selamat menyaksikan GMT dan pesan-pesan bernuansa politik lainnya.


    Tokoh yang memasang baleho tersebut diantaranya calon petahana Rustam Effendi yang kini menjabat Gubernur Babel, Suharno Suroso (Adik Kandung Eko Maulana Ali, mantan Gubernur Babel), Yusron Ihza (Adik Kandung Yusril Ihza Mahendra), Basuri Tjahaja Purnama (Adik Kandung Ahok, Gubernur DKI Jakarta) dan Erzaldi Rosman Johan yang kini menjabat Bupati Bangka Tengah.

    SERVIO MARANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.