Memburu Gerhana Matahari, Ada Antrian di Planetarium Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) mengamati matahari menggunakan teleskop saat berkumpul di halaman Planetarium Jakarta, Cikini, Jakarta Pusat, 27 Februari 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Anggota Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) mengamati matahari menggunakan teleskop saat berkumpul di halaman Planetarium Jakarta, Cikini, Jakarta Pusat, 27 Februari 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Antrian untuk melihat fenomena gerhana matahari di Planetarium Jakarta semakin memanjang. Dari pantauan Tempo pada Rabu. 9 Maret pukul 04:15 WIB, antrian semakin memanjang dibandingkan pukul 03:30 WIB.

    Jika sebelumnya, antrian masih belum terlihat mengular sampai di luar Planetarium, kini bahkan antrian bisa langsung terlihat ketika masyarakat memasuki pelataran Taman Ismail Marzuki di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat.

    Petugas planetarium terus menerus mengingatkan para pengunjung agar menjaga diri dan barang bawaannya. Kepada pengunjung yang membawa anak kecil, agar terus memperhatikan anaknya, karena dikhawatirkan akan hilang karena pengunjung yang banyak.

    Live Streaming: Gerhana Matahari 2016

    Para petugas keamanan yang berbaju hitam berusaha mengatur antrian pengunjung dan kendaraan yang terus memasuki daerah Taman Ismail Marzuki (TIM). "Ayo ini antrian untuk kacamata hitam, gratis," ujar salah satu petugas keamanan.

    Pengunjung planetarium terdiri dari berbagai macam pengunjung. Ada anak-anak muda bersama dengan pasangannya atau teman-temannya, dan ada juga para orang tua yang datang bersama anak-anaknya, demi menyaksikan fenomena gerhana matahari yang terjadi puluhan tahun sekali ini.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.