154 DPD Golkar Resmi Dukung Syahrul Maju di Munaslub

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Sulawesi selatan Syahrul Yasin Limpo. TEMPO/Hariandi Hafi

    Gubernur Sulawesi selatan Syahrul Yasin Limpo. TEMPO/Hariandi Hafi

    TEMPO.CO, Makassar - Sebanyak 154 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I dan II Partai Golkar se-Indonesia menyatakan dukungannya secara resmi kepada Syahrul Yasin Limpo sebagai calon ketua umum Partai Golkar. Dukungan itu disampaikan ketika Syahrul menerima 22 ketua DPD Golkar se-Kalimantan di rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa malam, 8 Maret 2016.

    "Dukungan itu secara tertulis," kata Ketua Tim Pemenangan Syahrul Divisi Opini, Visi, dan Misi, Farouk Mappaselling Beta, kepada Tempo seusai pertemuan.

    Menurut Farouk, dukungan itu semakin hari makin bertambah setelah 246 DPD Golkar se-Indonesia bersilaturahmi dengan Syahrul. "Itu sudah termasuk 22 DPD se-Kalimantan yang silaturahmi malam ini," ujar dia.

    Tapi, Farouk enggan membeberkan DPD mana saja yang secara resmi telah mendukung Syahrul. "Hampir merata DPD yang mendukung secara resmi ke Pak Syahrul. Maaf saya tidak bisa sebutkan karena ini bagian starategi kami," katanya.

    Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Kalimantan Utara Udin Hiaggio menyatakan dukungannya kepada Syahrul. Ia menilai Syahrul mampu membawa perubahan di Partai Golkar.

    "Saya melihat pak Syahrul bisa menyatukan Golkar. Sehingga tak ada lagi dua kubu," ucap Udin.

    Adapun Wakil Sekretaris Jenderal DPP Golkar hasil Munas Ancol, Muhammad Ramli, mengatakan kehadirannya di Makassar bersama sejumlah DPD Golkar di Kalimantan untuk mengenal calon ketua umum Golkar. "Kami ingin silaturahmi dengan Pak Syahrul karena beliau ingin memimpin Golkar. Teman-teman ingin mengenal Pak Syahrul," ujar Ketua Golkar Kalimantan Barat itu.

    Ramli menilai sosok Syahrul sebagai calon ketua umum Golkar layak diperhitungkan. "Karena karier beliau dibangun dari bawah," kata dia. Ia menambahkan Syahrul juga tidak terkontaminasi konflik yang terjadi di DPP Golkar.

    ARDIANSYAH RAZAK BAKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.