Tempo Bantah Berita Ratna Sarumpaet Akan Menari di Monas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Postingan foto hoax tentang Ratna Sarumpaet yang beredar di media sosial, 7 Maret 2016 (kiri). Gambar kanan adalah berita asli. (dok.twitter/tempo)

    Postingan foto hoax tentang Ratna Sarumpaet yang beredar di media sosial, 7 Maret 2016 (kiri). Gambar kanan adalah berita asli. (dok.twitter/tempo)

    TEMPO.COJakarta - Redaksi Tempo.co memberikan pernyataan terkait dengan salah satu judul pemberitaan mengenai Ratna Sarumpaet, aktivis hak asasi manusia, yang beredar di media sosial pada Senin, 7 Maret 2016.

    "Berita tersebut adalah hoax yang dibuat dan di-posting oleh orang di media sosial," kata Burhan Sholihin, Redaktur Eksekutif Tempo.co, di Jakarta, Selasa, 8 Maret 2016.

    Posting-an foto di media sosial Twitter itu menunjukkan tampilan halaman judul dan foto Ratna pada portal berita Tempo.co pada pukul 05.14. Judul yang tertulis adalah "Ratna Sarumpaet:Kalau Ahok Maju Via Jalur Independen, Saya Rela Menari Bugil di Monas."

    Burhan mengatakan ada bukti yang menunjukkan bahwa posting-an itu bukan berasal dari berita Tempo, yaitu berdasarkan jumlah karakter judul. "Judul itu ada 85 huruf, sementara sistem di Tempo.co tidak memungkinkan membuat judul lebih dari 60 karakter," ujarnya.

    Burhan mengaku sudah berusaha menghubungi Ratna untuk memberikan klarifikasi. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan langsung dari wanita yang tergabung dalam gerakan #LawanAhok tersebut.

    Burhan pun mengimbau agar para pembaca dan pengguna media sosial lebih berhati-hati dan tidak menelan mentah-mentah kabar yang beredar. "Dicek dan ricek dulu. Sebab, banyak media sosial yang dimanfaatkan dan dijadikan kampanye hitam," tuturnya.

    Posting-an foto itu tampaknya dibuat berdasarkan berita yang dimuat Tempo.co pada 5 September 2015 berjudul “Ratna Sarumpaet Menyesal Pernah Dukung Ahok Jadi Wagub”.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.