Warga Bone Berusia 73 Tahun Ini Bernama Nabi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KTP milik pria bernama Nabi di Makassar, Sulawesi Selatan yang diminta mengganti nama oleh MUI. TEMPO/Andi Ilham

    KTP milik pria bernama Nabi di Makassar, Sulawesi Selatan yang diminta mengganti nama oleh MUI. TEMPO/Andi Ilham

    TEMPO.CO, Watampone - Entah apa yang ada di benak orang tua dari warga di Kelurahan Cellu, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ini. Ia memberi nama anaknya dengan nama yang tak biasa: Nabi. Kini pria itu sudah berusia 73 tahun dan masih sehat.

    Nabi, kelahiran tahun 1943 itu, merupakan warga asli setempat. Kini ia sudah tak bisa bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya. Semasa muda, ia pernah bekerja sebagai buruh, petani hingga tukang becak. Dia memiliki 7 anak dan semuanya sudah berkeluarga. "Nabi memang namaku. Pemberian orang tua. Lalu apa ada (yang) salah," kata Nabi kepada Tempo, Selasa, 8 Maret 2016. (Baca: Inilah Aktivitas Sehari-hari Nabi Asal Pamekasan)

    Keluarga Nabi, Nurlina, mengatakan, mertuanya itu sudah tidak bisa bekerja dan dirawat oleh istrinya. Kesehariannya hanya minum teh dan merokok. Ia menyebut pemakaian nama Nabi itu oleh mertuanya tak pernah ada yang mempersoalkan, termasuk dari tetangga. "Namanya memang Nabi, tapi hanya sekedar nama," ujar Nurlina, menantu Nabi.

    Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Bone, KH Latief Amin menolak keras ada warga yang memakai nama Nabi. Menurut dia, nama itu tidak bisa dipakai oleh sembarang orang. "Kami meminta agar dihapus namanya. Tolong diubah itu," kata Latief kepada Tempo, Selasa, 8 Maret 2016.  (Baca juga: DITEMUKAN: Selain Tuhan Banyuwangi, Ini Tuhan dari Lumajang)

    Ini bukan nama aneh pertama yang didengar Latief. Sebelumnya, ia mengaku mendengar ada warga yang memakai nama Ilahi di Kelurahan Panyula Kecamatan Tanete Riattang Timur. Kala itu dia menegur orang itu agar segera mengganti namanya. "Itu nama Tuhan," kata dia soal nama Ilahi itu. (Lihat juga: 6 KTP dengan Nama Paling Unik di Indonesia)

    ANDI ILHAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?