Gerhana Matahari, Syahrul Batal Bertemu 34 Ketua DPD Golkar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. TEMPO/Subekti

    Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Makassar - Karena ada gerhana matahari yang akan melewati sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu, 9 Maret 2016, Ketua Partai Golkar Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menunda pertemuannya dengan 34 ketua Golkar tingkat provinsi. Padahal, pertemuan itu akan membahas persamaan persepsi menjelang musyawarah nasional luar biasa partai itu.

    "Sebagian ketua DPD tak sempat datang karena ingin melihat gerhana matahari," kata Ketua Bidang Organisasi dan Hukum Tim Pemenangan Syahrul, Arfandy Idris, kepada Tempo melalui sambungan telepon, Selasa, 8 Maret 2016.

    Ia mengatakan Syahrul pun memiliki agenda lain yang harus dihadiri. Karena itu, jadwal pertemuan akan kembali digelar dengan menyesuaikan waktu Syahrul. "Yang jelas tidak lama, secepatnya kita agendakan lagi. Karena pertemuan ini sebelumnya sudah disampaikan kepada beberapa DPD, jadi tinggal cari waktu yang tepat saja," tutur Arfandy.

    Adapun Ketua Bidang Opini dan Visi Misi Tim Pemenangan Syahrul, Farouk Mappaselling Beta, ketika dimintai konfirmasi mengaku belum mengetahui bila terjadi penundaan. "Tapi kalau infonya didapat dari Pak Arfandy, berarti sudah benar itu, karena Pak Arfandy yang urus," ucapnya.

    Tapi, ia membenarkan Gubernur Sulawesi Selatan itu punya agenda lain di hari itu, di antaranya tampil dalam sebuah acara di salah satu stasiun televisi swasta. Kemudian, kata dia, Syahrul akan melakukan kunjungan ke Tempo di Jakarta.

    Calon ketua umum DPP Partai Golkar itu sebelumnya mengagendakan pertemuan dengan 34 Ketua Golkar tingkat provinsi pada Rabu besok. Sebelumnya, Syahrul telah bertemu dengan calon ketua umum lainnya, Airlangga Hartarto, di rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan pada Senin, 7 Maret 2016. Pertemuan itu digelar dalam rangka menjajaki koalisi antar sesama anggota Kosgoro itu.

    ARDIANSYAH RAZAK BAKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.