Ade Komarudin Akan Sampaikan Ikrar Calon Ketua Umum Golkar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Ade Komarudin bersiap mengikuti proses pelantikan menjadi Ketua DPR pada Sidang Paripurna ke 16 MP III TS 2015-2016 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 11 Januari 2016. Ade Komarudin resmi menjabat Ketua DPR menggantikan Setya Novanto yang mengundurkan diri. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Ade Komarudin bersiap mengikuti proses pelantikan menjadi Ketua DPR pada Sidang Paripurna ke 16 MP III TS 2015-2016 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 11 Januari 2016. Ade Komarudin resmi menjabat Ketua DPR menggantikan Setya Novanto yang mengundurkan diri. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Golkar, Ade Komarudin, mengatakan akan menyampaikan ikrar sebagai bakal kandidat ketua umum Golkar pada Jumat, 11 Maret 2016.

    "Saya tidak akan deklarasi, saya hanya mau menyampaikan ikrar saya kepada Partai Golkar dan negara ini," kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ini di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa, 8 Maret 2016.

    Ade menuturkan niat menyampaikan ikrar tersebut setelah ia berkeliling ke-23 DPD tingkat I. Bahkan ia mengklaim jumlah tersebut akan bertambah 1 menjadi 24 setelah dia berencana menggelar pertemuan lagi sore ini.

    "Jadi, sesungguhnya sudah hampir 90 persen saya bertemu teman-teman itu. Ada 23 DPD I yang sudah saya temui, sekarang tambah 1 hari ini 24 sore saya pergi," katanya.

    Ade berujar jika penyampaian ikrar tersebut merupakan penyerapan aspirasi dari pengurus daerah baik DPD I dan DPD II yang ditemuinya.

    "Jadi, perjalanan itu membuat saya harus berikrar dan menyerap aspirasi teman-teman daerah dan saya tahu bagaimana cara melakukan follow up dari aspirasi itu dan kemudian saya mau berikhtiar pada saat itu," kata pria yang kerap dipanggil Akom ini.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.