Bandara Juanda Beri Imunisasi Gratis bagi Bayi Penumpang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (kiri), meneteskan vaksin Polio pada balita di Surabaya, 8 Maret 2016. Kegiatan Pekan Imunisasi Nasional tersebut guna mewujudkan anak-anak terbebas dari penyakit Polio pada 2020. ANTARA/Didik Suhartono

    Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (kiri), meneteskan vaksin Polio pada balita di Surabaya, 8 Maret 2016. Kegiatan Pekan Imunisasi Nasional tersebut guna mewujudkan anak-anak terbebas dari penyakit Polio pada 2020. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Surabaya - Beberapa ibu dengan menggendong bayinya antre di sebuah ruangan yang terletak di pojok terminal kedatangan domestik Bandar Udara Internasional Juanda. Ibu-ibu itu antre untuk mengimunisasikan anaknya di sela-sela menunggu jemputan maupun menunggu keberangkatan pesawat.

    Menurut juru bicara PT Angkasa Pura I cabang Juanda, Liza Anindya, imunisasi di bandara sebagai dukungan atas pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional. Karena itu, kata Liza, pelaksanaan imunisasi di bandara tersebut tanpa dipungut biaya. "Hari ini dilakukan dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00," kata Liza kepada Tempo, Selasa, 8 Maret 2016.

    Calon penumpang, kata Liza, dapat melakukan imunisasi di Terminal 1 dan Terminal 2 Juanda. Pengunjung bisa mengetahui tempat yang digunakan untuk imunisasi dari poster yang dipasang. "Poster itu kami sediakan dengan kerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan," ujarnya.

    Pekan Imunisasi Nasional dilaksanakan pada 8-15 Maret 2016. Imunisasi diperuntukan bagi bayi umur 0-59 bulan. "Tadi banyak sekali pengunjungnya. Alhamdulillah," ujar Liza.

    Pekan Imunisasi Nasional ini serentak dilakukan di seluruh kota dan kabupaten di Indonesia. Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama kementerian terkait secara simbolis memulai pekan imunisasi tersebut di Surakarta pada Selasa pagi.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.