Ketua DPR Dukung Jokowi Boikot Produk Israel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ade Komarudin (kanan) menerima kedatangan Ketua Parlemen Aljazair Mohamed Larbi Ould Khelifa (kiri) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 7 Maret 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ade Komarudin (kanan) menerima kedatangan Ketua Parlemen Aljazair Mohamed Larbi Ould Khelifa (kiri) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 7 Maret 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, JakartaKetua Dewan Perwakilan Rakyat Ade Komarudin mendukung seruan pidato Presiden Joko Widodo pada penutupan KTT Organisasi Konferensi Islam yang mengajak negara-negara Islam memboikot Israel. "Itu sangat bagus. Itu suatu upaya untuk menekan Israel yang terus membabi buta melakukan penindasan terhadap rakyat Palestina," kata Ade di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 8 Maret 2016.

    Ade menuturkan dengan cara seperti itu, Israel bisa berpikir ulang untuk tidak terus-menerus menindas warga Palestina. Ia berharap agar Boikot tersebut memberikan dampak bagi Israel sehingga menghentikan penindasan terhada Palestina.

    Selain itu, Ade menjelaskan jika dukungan kemerdekaan terhadap negara Palestina harus terus diserukan oleh negara-negara Islam. Sebab menurut Ade kemerdekaan adalah hak warga Palestina, dalam pengertian sesungguhnya. Bukan hanya mendeklarasikan Palestina sebagai sebuah negara, tetapi di dalam pengertian kebebasan, berkumpul, kebebasan beragama, dan hak-hak sipil lainnya yang dimiliki Palestina. "Dukungan itu harus selalu ada, setuju sekali saya," katanya.

    Sebelumnya, dalam penutupan di KTT LB OKI, Senin, 7 Maret 2016 kemarin, Presiden Joko Widodo menginginkan agar negara Islam senantiasa mendukung pelaksanaan konferensi perdamaian internasional. Selain itu, dalam pidatonya Jokowi juha meminta dukungan masyarakat internasional untuk melarang masuknya produk Israel ke negara-negara islam.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.