Bogor Diterjang Longsor, Satu Orang Tewas Tertimbun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi longsor. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Ilustrasi longsor. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Bogor - Guyuran hujan lebat yang melanda di wilayah Bogor sejak Senin petang, 7 Maret 2016, hingga malam hari, menyebabkan tebing setinggi enam meter di Kampung Legok Keramat, Desa Gununggeulis, Kecamatan Sukaraja, longsor. Sebuah rumah tertimbun dan satu orang meninggal.

    Musibah tanah longsor itu sempat menimbun tiga penghuni rumah yang sedang beristirahat dan menyebabkan satu orang tewas, yakni Rizki, 7 tahun, sedangkan kedua penghuni lain, yakni Soma dan Ati, merupakan kakek dan nenek korban selamat tapi mengalami luka parah.

    "Longsoran tanah dari tebing setinggi enam meter itu terjadi pada sekitar pukul 10.00 malam saat hujan deras mengguyur kampung dari sore hari," kata Juhaeriyah, 34 tahun, tetangga korban, Selasa, 8 Maret 2016.

    Saat kejadian, korban sedang berada di dalam rumah, tiba-tiba warga mendengar suara gemuruh yang cukup keras dan ternyata longsoran tebing yang ada di belakang rumah Soma. "Longsoran tanah itu tepat menimpa kamar dan menimbun Rizki yang sedang tertidur pulas," katanya.

    Sedangkan kakek dan nenek korban berada di kamar lain, dan masih terbangun sehingga saat kejadian mereka sempat menyelamatkan diri.

    "Proses evakuasi berjalan lama karena kondisi cuaca tadi malam masih mengguyur, dan menggunakan alat seadanya ditambah lagi penerangan yang sangat minim karena gelap," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Budi Aksomo.

    Setelah melakukan lebih dari dua jam proses evakuasi dengan menggunakan peralatan manual, akhirnya petugas yang dibantu oleh warga berhasil menemukan tubuh Rizki dari longsoran tanah, tapi sudah dalam keadaan meninggal.

    M. SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.