Longsor di Cianjur, 3 Orang Tewas Tertimbun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Agus Bebeng

    ANTARA/Agus Bebeng

    TEMPO.CO, Cianjur - Tiga warga tewas tertimbun saat terjadi peristiwa longsor di Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa, 8 Maret 2016.

    Aep bin Oleh, 30 tahun, tertimbun tanah longsor saat menjaga kebun palawija di Kampung Rawasampih, Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi. Longsor juga menimbun pasangan suami-istri Jajang Mulyana, 31 tahun, dan Siti Safatihah, 30 tahun di Kampung Kadubandeng, Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi.

    "Ada tiga orang yang tewas dalam peristiwa longsor tadi malam," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, di Cianjur, Selasa 8 Maret 2016.

    Asep mengatakan, longsor pertama kali terjadi di wilayah perbukitan Rawasampih. Pada saat itu ada tiga orang yang sedang menjaga kebun, yakni Aep bin Oleh, Hendra, 32 tahun, dan Ajo, 32 tahun.

    "Hendra dan Ajo selamat. Sedangkan Aep tewas tertimbun longsor di dalam gubuknya. Jasad Aep masih belum ditemukan dan kami masih berusaha mencarinya," ungkap dia.

    Asep menambakan, Jajang dan istrinya sudah ditemukan dan langsung dimakamkan pagi tadi oleh keluarganya di pemakaman umum. Kedua korban ini tidak bisa menyelamatkan diri karena pada saat kejadian sedang tertidur lelap.

    "Rumah korban tidak tertimbun semuanya. Tanah longsor hanya menimpa kamar," tandasnya.

    Selain di Desa Cikancana dan Desa Sukaresmi, BPBD Kabupaten Cianjur mendapatkan informasi longsor terjadi juga di Desa Pakuwon, Kecamatan Sukaresmi. Kini, petugas BPBD sedang mengecek kebenaran laporan tersebut karena dikhawatirkan ada korban jiwa.

    "Kami juga baru mendapatkan laporan lagi, katanya ada longsor di Desa Pakuwon. Petugas kami langsung mengecek ke lokasi," kata Asep.

    DEDEN ABDUL AZIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.