BMKG NTT Pantau Gerhana Matahari dari Puncak Masjid

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mempersiapkan alat teropong untuk melihat hilal dari atas masjid, tanda awal bulan suci Ramadan di Jakarta, 27 Juni 2014. (Ed Wray/Getty Images)

    Warga mempersiapkan alat teropong untuk melihat hilal dari atas masjid, tanda awal bulan suci Ramadan di Jakarta, 27 Juni 2014. (Ed Wray/Getty Images)

    TEMPO.CO, Kupang - Walaupun gerhana matahari di Kupang, Nusa Tenggara Timur, hanya sekitar 70 persen, tapi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kupang, Nusa Tenggara Timur, akan memantau gerhana matahari di lantai dua Masjid Kelapa Lima, Kota Kupang, pada Rabu, 9 Maret 2016.

    "Kami siapkan dua teropong untuk memantau gerhana matahari di Masjid Kelapa Lima," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika BMKG Nusa Tenggara Timur Sumawan, Selasa, 8 Maret 2016.

    Selain itu, BMKG juga menyiapkan tujuh kacamata khusus bagi masyarakat yang ingin melihat gerhana matahari di langit Kupang. "BMKG hanya siapkan 2.000 kacamata se-Indonesia, Kupang hanya dapat tujuh," katanya.

    Teropong yang disiapkan, menurut dia, satunya untuk memantau gerhana, dan teropong lainnya akan dimanfaatkan untuk mengirim gambar ke layar lebar yang ditempatkan di lantai satu masjid itu bagi warga yang menonton gerhana matahari.

    “Masjid itu bisa menampung sekitar 100 orang warga yang hendak menonton gerhana,” katanya.

    Dia mengimbau agar warga tidak melihat langsung gerhana matahari tanpa kacamata khusus, karena pihaknya menyiapkan kacamata khusus yang dapat digunakan secara bergantian oleh warga.

    Karena kacamata terbatas, ia minta warga yang tidak kebagian tetap berada di dalam ruangan untuk menonton gerhana melalui layar lebar. Di Nusa Tenggara Timur, gerhana akan dilihat sekitar 70 persen dari 22 kota.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?