Pawai Ogoh-ogoh Dikawal 1.200 Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak-anak mengarak miniatur Ogoh-ogoh atau boneka raksasa saat parade Ogoh-ogoh untuk anak-anak di Denpasar, Bali, 5 Maret 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    Sejumlah anak-anak mengarak miniatur Ogoh-ogoh atau boneka raksasa saat parade Ogoh-ogoh untuk anak-anak di Denpasar, Bali, 5 Maret 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Kota Denpasar, Bali, mengerahkan sekitar 1.200 personel untuk menjaga ritual "Tawur Kesanga" (penyucian alam semesta) dan pawai "ogoh-ogoh" (boneka raksasa) sehari menjelang Hari Raya Nyepi.

    "Jumlah itu belum termasuk petugas rutin," kata Kepala Bagian Operasi Kepolisian Resor Kota Denpasar Komisaris Nengah Sadiarta di Denpasar, Selasa, 8 Maret 2016.

    Para polisi ini terdiri atas Sabhara dan Satuan Lalu Lintas yang bertugas menjaga titik-titik strategis dan pusat keramaian masyarakat.

    Sehari menjelang Nyepi atau disebut "Pengerupukan" diawali dengan ritual "tawur kesanga" dengan upacara "mecaru" untuk menyucikan alam semesta.

    Ritual itu digelar di sejumlah titik seperti di perempatan jalan dan titik strategis lainnya.

    Pengerupukan kemudian dihiasi dengan pawai ogoh-ogoh yang diarak sore menjelang matahari terbenam.

    Polisi akan merekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan karena pawai ini, antara lain dengan menutup sementara dan memberlakukan sistem buka-tutup.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.