Warga Yogya Diminta Tak Lihat Gerhana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengrajin menunjukan kacamata dengan filter khusus yang digunakan untuk melihat fenomena gerhana matahari di Jogja Astro Club,  Soropadan, Condongcatur, Depok, Sleman, DI Yogyakarta, 4 Maret 2016. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Pengrajin menunjukan kacamata dengan filter khusus yang digunakan untuk melihat fenomena gerhana matahari di Jogja Astro Club, Soropadan, Condongcatur, Depok, Sleman, DI Yogyakarta, 4 Maret 2016. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.COYOGYAKARTA - Rumah Sakit Mata Dr Yap Yogyakarta mengimbau masyarakat tidak secara langsung melihat gerhana matahari besok. Pengamatan gerhana matahari secara langsung bisa menyebabkan kerusakan retina yang akan memicu kebutaan. “Kalau retina mengalami gangguan, itu artinya kerusakan permanen, tidak bisa disembuhkan,” kata juru bicara RS Mata Dr Yap, Khrisna Prima Atmaji, kepada Tempo, kemarin.

    Kerusakan retina akibat melihat gerhana matahari secara langsung bisa terjadi secara langsung dan berangsur. “Pada anak-anak yang matanya jernih bisa lebih berbahaya karena sinar matahari yang masuk ke retina bisa lebih banyak ketimbang pada orang dewasa,” ujarnya.

    Khrisna mengatakan para ahli mata di RS Dr Yap khawatir akan euforia masyarakat Indonesia dalam menyambut munculnya gerhana matahari total besok. “Saat gerhana matahari pada 1983, peringatan pemerintah soal bahayanya memang berlebihan, tapi berdampak pada kecilnya kasus kerusakan retina,” tuturnya.

    Khrisna mengeluhkan minimnya edukasi ke masyarakat tentang cara aman dalam melihat gerhana matahari. Dia mencontohkan banyak kacamata khusus untuk melihat gerhana matahari dijual secara bebas. “Padahal belum jelas bahannya, dan semua dokter mata di RS Dr Yap tidak berani menilainya aman,” kata Khrisna.

    Dia menambahkan, cara melihat gerhana matahari dari pantulan air di dalam baskom juga tetap bisa memicu kerusakan retina. Khrisna juga mengingatkan melihat gerhana secara langsung dengan lensa teropong juga berbahaya bagi retina. “Apalagi hanya memakai kacamata hitam, bisa tambah bahaya,” ujarnya.

    Adapun dokter spesialis retina dari RS Dr Yap Yogyakarta, Muhammad Bayu Sasongko, menjelaskan, gerhana matahari mudah menggoda orang berlama-lama melihat matahari. Hal ini berbeda ketika manusia melihat matahari di saat hari biasa karena mata mudah merespons dengan kedipan dan kontraksi pupil.

    Bayu merekomendasikan sejumlah cara aman untuk menikmati gerhana matahari. Cara teraman, kata dia, adalah melihatnya secara tidak langsung lewat televisi atau rekaman kamera. “Atau teleskop yang merefleksikan proses terjadinya gerhana ke layar lain yang bisa dilihat mata.” 

    ADDI MAWAHIBUN IDHOM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.