Terungkap, Korban Tewas KM Rafelia Ditemukan di Selat Bali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah perahu tim SAR gabungan melakukan pencarian di perairan Selat Bali. Upaya pencarian menjadi tontonan warga di pinggiran pesisir Ketapang, Banyuwangi. TEMPO/David Priyasidharta

    Sejumlah perahu tim SAR gabungan melakukan pencarian di perairan Selat Bali. Upaya pencarian menjadi tontonan warga di pinggiran pesisir Ketapang, Banyuwangi. TEMPO/David Priyasidharta

    TEMPO.CO, Banyuwangi -Satu orang ditemukan tewas, Senin siang, 7 Maret 2016, diduga merupakan korban kapal Rafelia 2. Seorang korban berkelamin laki-laki ini ditemukan terapung di Selat Bali.

    Anggota Koordinator SAR Pangkalan Angkatan Laut Banyuwangi, Yusuf Widodo, mengatakan belum bisa memastikan identifikasi jenazah korban itu. "Jenazah sudah dibawa ke RSUD Blambangan," kata Yusuf, Senin, 7 Maret 2016.

    Satu jenazah, yang diduga korban Rafelia 2, ini ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB oleh sebuah kapal motor penumpang, Serea Domar. Korban ditemukan dalam keadaan terapung dan sudah dievakuasi ke kamar mayat RSUD Blambangan, Banyuwangi. Belum diperoleh keterangan secara pasti identitas jenazah yang ditemukan pada Senin siang ini. (Baca: Syahbandar: Bangkai Kapal Rafelia Tak Ganggu Pelayaran)

    Berdasarkan keterangan dari Tim Disaster Victim Identification (DVI), ada satu lagi korban yang belum ditemukan berdasarkan laporan yang diterima. Satu korban hilang yang belum ditemukan itu adalah nakhoda kapal, yakni Bambang S. Diduga jenazah yang ditemukan itu adalah jenazah nakhoda kapal.

    Data terakhir, jumlah penumpang yang selamat sebanyak 76 orang dan yang ditemukan meninggal sebanyak enam orang. Enam jenazah korban itu ditemukan pada Sabtu, 5 Maret 2016, sebanyak empat orang. Pada Minggu, 6 Maret 2016, ditemukan satu orang. Lalu, satu orang ditemukan pada Senin siang ini.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.