Begini Kisah Penyelam Mencari Korban Kapal Rafelia 2  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komandan Pangkalan Angkatan Laut Banyuwangi, Letnan Kolonel Laut Wahyu Endriawan disela pencarian jenazah korban Rafelia 2. TEMPO/David Priyasidharta.

    Komandan Pangkalan Angkatan Laut Banyuwangi, Letnan Kolonel Laut Wahyu Endriawan disela pencarian jenazah korban Rafelia 2. TEMPO/David Priyasidharta.

    TEMPO.CO, Jakarta - Imam Baidowi terduduk kecapaian di pinggiran pantai, Sabtu siang akhir pekan kemarin, 5 Maret 2016. Sejumlah rekan lainnya juga duduk menyelonjorkan kaki di bawah Pohon Waru, tepatnya di areal belakang Hotel Banyuwangi, Ketapang.

    Seorang koordinator tim penyelam anggota SAR gabungan berdiri di dekat sejumlah penyelam yang sedang berkumpul itu. Sejumlah penyelam ini adalah para penyelam alam dari Banyuwangi yang juga ikut terlibat dalam pencarian korban KMP Rafelia 2 yang karam sehari sebelumnya, Jumat siang, 4 Maret 2016. Pada hari Jumat naas itu, 5 orang dikabarkan hilang dan 76 orang berhasil menyelamatkan diri. (Baca: Ahli Waris Korban Tewas Rafelia 2 Dapat Santunan Rp 100 juta)

    Pada penyelaman pencarian Sabtu akhir pekan kemarin itu, 4 korban tewas ditemukan di dalam kapal dan langsung dievakuasi ke RSUD Blambangan. Imam mengatakan saat melakukan penyelaman, kapal sudah dalam posisi terbalik atau tengkurap, membujur ke Utara Selatan di kedalamam sekitar 30 meter. Para penyelam menyusuri setiap bagian kapal.

    "Kami masuk ke dalam truk di dalam kapal yang tenggelam itu," katanya. Kondisi kapal masih utuh dan tidak bergeser. Penyelaman juga dilakukan ke dalam anjungan. Namun pada Sabtu itu, tidak semua bagian kapal bisa dimasuki. "Belum semua, terlalu gelap dan sempit," kata Imam, warga Ketapang, Banyuwangi ini. Selain itu, keterbatasan oksigen serta situasi gelap di dalam kapal membuat gerak menjadi terbatas. (Baca: Tragis, Ibu dan Bayi Korban Kapal Rafelia 2 Tewas Berpelukan)

    Sebenarnya arus tenang saat itu. Namun, situasi di dalam kapal sangat gelap. "Kami sempat bawa senter, sebagian dalam kapal bisa dilihat," katanya. Mobil masih berada di dalam dek kapal dengan posisi mengapung miring. Sementara itu, koordinator SAR Pangkalan Angkatan Laut Banyuwangi, Yusuf Widodo mengatakan dalam penyelaman Sabtu, 5 Maret 2016, ditemukan ibu dan bayi yang berada di dalam kamar mandi.

    Kondisi kapal tengkurap dengan posisi agak miring ke Utara-Selatan atau Barat-Timur. "Untungnya arus pada saat pergantian arus Utara-Selatan," katanya. Arus yang tenang itu sangat mendukung penyelaman pencarian.

    Adapun korban KMP Rafelia 2 di perairan Selat Bali yang sudah ditemukanadalah mualim kapal, Puji Purwono; sopir truk, Agus Tia; ibu beserta anaknya, yakni Masruroh dan M. Romlan (18 bulan); serta I Gusti Made Suana yang tidak masuk daftar manifes KMP Rafelia. Adapun jenazah nakhoda kapal Bambang S.A. belum ditemukan. (Baca: KNKT Mulai Menginvestigasi Penyebab Karamnya Rafelia 2)

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?