Minggu, 18 November 2018

Kisah Dubes RI Hampir Diamuk Massa di Perbatasan Palestina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teguh Wardoyo, Dubes RI untuk Yordania dan Palestina. (Tempo/Natalia Santi)

    Teguh Wardoyo, Dubes RI untuk Yordania dan Palestina. (Tempo/Natalia Santi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Republik Indonesia untuk Yordania dan Palestina Teguh Wardoyo punya pengalaman tak terlupakan dalam menjalankan tugasnya. Teguh menuturkan ada satu kejadian yang hampir merenggut nyawanya.

    Teguh memperoleh izin  atau masuk ke Ramallah, ibu kota Palestina, sekitar setahun setelah menempati pos baru di Amman, Yordania. Namun saat akan memasuki perbatasan Palestina, tepatnya di Kalandia, aksi massa yang tampak sedang berdemonstrasi tiba-tiba menyerang iring-iringan mobil mereka.

    “Awal tahun, Januari 2013, saya langsung minta visa ke Ramallah guna menyerahkan surat kredensial (surat kepercayaan) kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Namun visa baru diberikan pada Februari 2014,” tutur Teguh kepada Tempo di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jakarta Convention Center, Minggu 6 Maret 2016.

    Adapun Teguh tiba di Yordania, akhir Desember 2012. Mantan Konsul Jenderal RI Hong Kong dan Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Kementerian Luar Negeri itu mengatakan ada berbagai upaya melakukan penghadangan di Kalandia oleh beberapa pihak.

    Kalandia adalah sebuah desa di Tepi Barat, Palestina, yang terletak antara Palestina dan Yerusalem. Tepatnya di sebelah barat kota perbatasan Yerusalem. Di sana terdapat pos pemeriksaan perbatasan. Kawasan itu merupakan daerah C, atau daerah tanpa kekuasaan Otoritas Palestina. Tidak ada administrasi, tidak ada keamanan. “Yang ada hanyalah aparat para penjajah dan intelijen yang mengatur segala sesuatunya di situ. No man lands, tidak ada hukum di situ,” kata Teguh merujuk Israel sebagai penjajah.

    Dalam perjalanan ke Ramallah, Teguh didampingi staf dari KBRI Amman dan pejabat Palestina, lengkap dengan sopir dan pengawal dari protokol Palestina. Mereka mengendarai dua mobil dengan lambang negara Palestina.

    Masalah pertama muncul di perbatasan. Saat akan masuk dari Yordania ke wilayah Tepi Barat, Palestina, rombongan ditahan hampir tiga jam di Allenby Bridge, yang juga dikenal sebagai Jembatan Raja Hussein. Perbatasan antara Yordania dan Palestina yang dikuasai penjajah Israel.

    “Saya tidak tahu mengapa proses menunggu izin keluarnya itu tiga jam. Waktu tiga jam itu lebih dari cukup untuk merekrut sejumlah orang tertentu untuk siap menanti saya,” kata Teguh.

    Ternyata ketika masuk check point di Kalandia, tiba-tiba begitu banyak massa yang berdemonstrasi.  Massa berubah beringas ketika melihat kedua mobil yang dikendarai Dubes Teguh bersama rombongan. “Begitu melihat mobil yang kami kendarai, mereka menyerang mobil, dihancurkan dari depan, kiri kanan atas,” kata Teguh sambil memperlihatkan foto-foto saat kejadian. Untunglah, Dubes Teguh dan rombongan selamat.

    Tapi kedua mobil yang disediakan pemerintah Palestina mengalami kerusakan berat. Seluruh kaca-kacanya hancur. “Ini tidak saja menimpa duta besar Indonesia untuk Palestina. Pihak lain pun mengalami hal yang sama, tapi mungkin tidak sebesar yang dihadapi duta besar Indonesia untuk Palestina,” kata Teguh.

    Karena itulah, penunjukkan seorang konsul kehormatan menjadi sangat penting.Konsul kehormatan tersebut akan mewakili kepentingan dan keberadaan Indonesia di Palestina. “Sehingga bendera Indonesia berkibar di tanah Palestina, dan kegiatan sehari-hari tampak pergerakannya di seluruh wilayah Palestina, “ kata Teguh. “Kami mengharapkan tugas-tugas promosi, tugas konsul honorer untuk menampung kepentingan Indonesia di sana.”

    Sementara itu Presiden Joko Widodo dalam pidato pembukaan KTT Luar Biasa OKI mengumumkan Maha Abou Shuseh, seorang wanita pengusaha Palestina sebagai konsul kehormatan Indonesia di Ramallah. “Perkenankan saya menyampaikan bahwa Indonesia telah menunjuk Nyonya Maha Abou Susheh selaku Konsul Kehormatan Republik Indonesia untuk Palestina, serta dalam waktu dekat akan meresmikan kantor Konsulat Kehormatan RI di Ramallah, Palestina,” kata Presiden Joko Widodo. Jika tak ada aral melintang, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi akan bertolak ke Ramallah usai lawatan ke Oman pada 13 Maret 2016 mendatang.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.