Banjir Lamongan Ancam Jalur Pantura  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pribadi dan truk berjalan pelan di atas genangan banjir di Jalur Pantura, jalan Kaligawe, Semarang, Jawa Tengah, 4 Januari 2016. Hujan deras membuat jalan Kaligawe tersendat karena tergenang banjir. TEMPO/Budi Purwanto

    Kendaraan pribadi dan truk berjalan pelan di atas genangan banjir di Jalur Pantura, jalan Kaligawe, Semarang, Jawa Tengah, 4 Januari 2016. Hujan deras membuat jalan Kaligawe tersendat karena tergenang banjir. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.COLamongan - Banjir masih merendam tujuh desa di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Senin 7 Maret 2016. Banjir, antara lain, karena luapan Sungai Bengawan Solo itu terjadi sejak Jumat, 26 Februari 2016, dan belakangan meluas hingga ke jalur Pantura.  

    Banjir menggenangi jalan-jalan utama Kota Babat dan akses menuju jalur Pantura antara Lamongan dan Tuban. Tinggi genangan 20-30 sentimeter. Akibatnya, arus lalu lintas yang menghubungkan Kota Lamongan-Tuban-Bojonegoro macet lebih dari 300 meter. 

    Di jalur Pantura, banjir sudah mulai menghambat arus lalu lintas di jalur yang mendekati Widang, Tuban, sejak Jumat malam, 4 Maret 2016, dan bertahan hingga Minggu malam, 6 Maret 2016. Banjir bukan hanya merendam badan jalan, tapi juga sawah dan tambak. Ini seperti yang terlihat di kiri-kanan badan jalan penghubung Kecamatan Babat ke Kota Lamongan.

    Banjir juga mengundang warga memancing di lokasi itu. ”Ya, ada tambak ikan lepas,” ujar Marto, 38 tahun, warga Desa Moropelang, Kecamatan Babat, Lamongan, Senin, 7 Maret 2016.

    Untuk mengatasi banjir, Pemerintah Kabupaten Lamongan menambah satu unit pompa penyedot air saat Sungai Bengawan Solo meluap. Pompa penyedot air saat banjir sebelumnya telah dipasang di beberapa titik di Sungai Bengawan Solo dan Bengawan Jero di Lamongan.

    Satu unit pompa baru berkapasitas 500 liter per detik dipasang di pintu air di Kecamatan Babat. Sedangkan pompa yang sudah terpasang, di antaranya, berkapasitas 350 liter per detik juga dipasang di Kecamatan Babat. 

    Kemudian pompa penyedot berkapasitas 3.000 liter per detik dipasang di Sluis Kuro, Kecamatan Glagah. Adapun empat unit pompa dengan kapasitas 4.000 liter per detik dipasang di Sungai Bengawan Jero, Lamongan.

    Camat Babat Fadheli Purwanto mengatakan pihaknya tengah berupaya menyedot banjir di daerahnya agar air cepat surut. Menurut dia, penyebab banjir juga karena curah hujan tinggi dari pegunungan di selatan Babat dan waduk di Kecamatan Kedungpring—sekitar 8 kilometer dari Babat—yang meluap. “Pompa penyedot terus jalan,” katanya.

    Namun kerja pompa terhambat karena permukaan Sungai Bengawan Solo juga masih tinggi. Banjir Babat dibuang ke Sungai Bengawan Solo dan sebagian disalurkan kanal, tepatnya di pintu air di Babat dan Kecamatan Laren, menuju laut di Kecamatan Brondong, Lamongan.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.