Idap HIV/AIDS, Seratusan Balita Subang Dilarang Vaksin Polio

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak Yazidi menerima vaksin polio di Khanke, Irak, Ahad 17 Agustus 2014. AP/Khalid Mohammed

    Seorang anak Yazidi menerima vaksin polio di Khanke, Irak, Ahad 17 Agustus 2014. AP/Khalid Mohammed

    TEMPO.CO, Subang - Seratusan anak balita di Subang, Jawa Barat, dipastikan tidak bisa diberi vaksin polio pada Pekan Imunisasi Nasional yang akan digelar mulai Selasa hingga Senin, 8-15 Maret 2016. Balita yang tidak bisa diberi vaksin itu mengidap HIV/AIDS, leukemia, atau talasemia.

    "Kekebalan tubuh balita pengidap HIV/AIDS, leukemia, atau talasemia rendah, makanya dilarang ikut vaksinasi polio," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Maxi, Senin, 7 Maret 2016.

    Balita yang terjangkit virus HIV/AIDS berdomisili di Kecamatan Pagaden, Legon Kulon, dan Cikaum. Maxi menjelaskan, target balita yang akan diberi vaksin polio di Subang mencapai 110 ribu. Tapi dia memastikan saat ini tidak ada kasus polio di Subang. "Terhitung sejak 2009, Subang dinyatakan bebas polio," ucapnya.

    Adapun Bupati Subang Ojang Sohandi tak ingin ada balita yang terlewat dari vaksinasi polio. Dia akan mengerahkan semua kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) untuk memantau pelaksanaan program imunisasi polio. "Kami ingin semua anak yang menjadi target program imunisasi bisa mengikutinya," ujar Ojang.

    Untuk memprovokasi penduduk yang punya balita datang ke pos PIN, dia telah menginstruksikan camat, lurah, dan kepala desa, bahkan Babinsa TNI dan Babinkam Polri, ikut terjun menggiring warga datang ke pos PIN.

    Ojang menegaskan, program imunisasi polio sangat penting bagi semua balita, agar pertumbuhan fisik mereka sempurna sampai menginjak masa dewasa. "Makanya jangan sampai ada balita yang tidak mengikutinya," tuturnya.

    NANANG SUTISNA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.