Putri Thailand Nonton Gerhana di Ternate, Ini Agendanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerhana Matahari total. JAXA/NASA/Hinode via Getty Images

    Gerhana Matahari total. JAXA/NASA/Hinode via Getty Images

    TEMPO.COTernate - Penyambutan peristiwa gerhana matahari total pada 9 Maret 2016 di Ternate sedikit berbeda lantaran dihadiri putri Raja Thailand. Pemerintah Kota Ternate bahkan menggelar acara nonton bareng peristiwa gerhana bersama sang putri, yang dijadwalkan akan berada di Ternate selama dua hari. 

    Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Ternate Sutopo Abdulah mengatakan putri Raja Thailand akan tiba di Ternate pada Selasa, 8 Maret 2016, pukul 12.50 WIT, dan mengunjungi Sekolah Dasar Negeri 50 Kota Ternate untuk memberikan bantuan buku. "Setelah itu, rombongan putri raja akan mengunjungi obyek wisata Batu Angus dan Benteng Toloko," katanya kepada Tempo, Senin, 7 Maret 2016.

    Menurut Sutopo, sesuai agenda, putri Raja Thailand akan menyaksikan gerhana matahari total dari halaman Kedaton Kesultanan. Setelah peristiwa itu, Kesultanan Ternate akan memberikan penghormatan secara adat sebelum sang putri meninggalkan Ternate.

    "Dan saat ini persiapan teknis sudah selesai kami disiapkan. Harapan kami, peristiwa gerhana ini bisa menjadi peluang mempromosikan potensi wisata Ternate," ujarnya.

    Ketua panitia Ternate Solar Eclipse, Arifin Umasangdji, mengatakan, selain menyambut kedatangan putri Raja Thailand, pemerintah menyiapkan 13 titik untuk dijadikan lokasi pemantauan. Pihaknya bahkan menyelenggarakan acara budaya sebagai upaya memperkenalkan Ternate kepada wisatawan.

    "Semua ini kami lakukan dalam rangka mempromosikan potensi wisata Kota Ternate. Beberapa event sudah berjalan,” tuturnya.

    Di Maluku Utara, ada dua wilayah yang akan dilintasi gerhana matahari total pada 9 Maret 2016, yakni Kota Maba, Halmahera Timur, serta Kota Ternate. Untuk Kota Ternate, puncak gerhana diprediksi akan terjadi pada pukul 09.51 selama 2 menit 39 detik dengan ketinggian matahari 47,7 derajat.

    BUDHY NURGIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.