Jokowi Umumkan Konsulat Kehormatan Indonesia di Palestina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo, bersalaman dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas disela-sela Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jakarta, 6 Maret 2016. KTT ini wujud dukungan penuh serta dukungan dari Indonesia dan OKI terhadap Palestina. REUTERS/Darren Whiteside

    Presiden Joko Widodo, bersalaman dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas disela-sela Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jakarta, 6 Maret 2016. KTT ini wujud dukungan penuh serta dukungan dari Indonesia dan OKI terhadap Palestina. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo mengumumkan sosok yang akan menjadi Kepala Konsulat kehormatan Indonesia di Ramallah, Palestina. Dia adalah Maha Abou Susheh, perempuan berusia 55 tahun. Pengumuman ini disampaikan Presiden Jokowi dalam sambutannya saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam V.

    “Perkenankan, Indonesia telah menunjuk Ms. Maha Abou Susheh selaku Kepala Konsulat Kehormatan RI untuk Palestina,” kata Jokowi dalam sambutannya di Jakarta Convention Center, Senin, 7 Maret 2016.

    Penunjukan tersebut dalam rangka menunjukkan Indonesia berada di posisi terdepan dalam mendukung Palestina. Dalam waktu dekat, Indonesia segera meresmikan kantor konsulatnya di Ramallah.

    “Semoga Allah SWT memberikan ridho agar KTT ini menghasilkan kesepakatan nyata untuk segera merealisasi hak bangsa dan rakyat Palestina,” ujarnya.

    Presiden menuturkan tujuan terbentuknya OKI adalah menjadi bagian dari pihak yang mencari solusi dan mendukung perjuangan Palestina. Ia bahkan menegaskan, keberadaan OKI tidak lagi relevan bila tidak mampu memberikan solusi atas Palestina.

    Dalam kesempatan tersebut, Presiden kembali menyampaikan dukungan rakyat dan pemerintah Indonesia atas Palestina. Presiden Jokowi juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa mendukung perjuangan negara-negara Islam agar segera mendamaikan Palestina dan Israel.

    KTT Luar Biasa V OKI, yang berlangsung sejak kemarin, akan menghasilkan dua dokumen penting terkait dengan Palestina, yaitu resolusi dan Deklarasi Jakarta. Kedua dokumen tersebut kini sedang dibahas di tingkat pemimpin negara setelah kemarin didiskusikan di level para pejabat tinggi dan menteri luar negeri.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.