Kesehatan B.J. Habibie Berangsur Pulih dan Membaik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia ke-3, B.J. Habibie menghadiri pembukaan International Conference on Family Planning (ICFP) 2016 di Nusa Dua, Bali, 25 Januari 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    Presiden Indonesia ke-3, B.J. Habibie menghadiri pembukaan International Conference on Family Planning (ICFP) 2016 di Nusa Dua, Bali, 25 Januari 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.COJakarta - Kondisi kesehatan Presiden Republik Indonesia ketiga, Bacharuddin Jusuf Habibie, berangsur pulih dan membaik. Hal ini disampaikan sekretaris pribadi B.J. Habibie, Rubijanto, pagi ini. “Secara umum sudah membaik, tapi tetap dalam monitor dan pengawasan ketat tim dokter,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin, 7 Maret 2016.

    Rubijanto mengatakan, sejak Ahad kemarin, Habibie sudah diizinkan menerima kunjungan terbatas dari kerabat dan kolega terdekat. “Namun soal perizinan dan penjelasan hal penyakit menjadi kewenangan dan kendali tim dokter,” katanya. Tamu-tamu yang diizinkan berkunjung pun masih sangat dibatasi.

    Lebih lanjut, Rubijanto menuturkan, Habibie diizinkan pulang ke rumah dalam waktu dekat jika sudah mencapai kesembuhan penuh menurut tim dokter.

    Kemarin, Habibie memang mendapat kunjungan dari pejabat negara, di antaranya politikus senior dari Partai Golkar, Akbar Tandjung, serta mantan Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Permukiman Indonesia era Kabinet Reformasi Pembangunan, Theo L. Sambuaga. “Banyak menerima tamu, dari keluarga, cucu, tadi siang ada dari Pak Akbar bersama Ibu dan Pak Theo,” ucapnya saat dihubungi Tempo, Ahad kemarin.

    Sejak Jumat, 4 Maret lalu, Habibie kembali jatuh sakit sehingga harus diopname di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Kabar duka tersebut diinformasikan melalui akun Facebook resmi The Habibie Center sekitar pukul 16.45. Disebutkan dalam akun tersebut, Habibie jatuh sakit setelah mengalami infeksi bakteri.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.