Ketua MUI Akan Jadi Imam Salat Gerhana Matahari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr. Hasannudin AF (kanan), dan Ketua MUI Dr. KH Maruf Amin, saat konpers tentang Gafatar di Kantor MUI, Jakarta, 3 Februari 2016. MUI menyatakan bahwa Gerakan Fajar Nusantara aliran sesat dan menyesatkan. TEMPO/Amston Probel

    Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr. Hasannudin AF (kanan), dan Ketua MUI Dr. KH Maruf Amin, saat konpers tentang Gafatar di Kantor MUI, Jakarta, 3 Februari 2016. MUI menyatakan bahwa Gerakan Fajar Nusantara aliran sesat dan menyesatkan. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Koba - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (BUI), KH Ma'ruf Amin akan bertindak sebagai imam salat gerhana saat terjadi gerhana matahari total (GMT) di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Rabu, 9 Maret 2016, pagi.

    "Imam salat gerhana adalah Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin dan jemaahnya tentu para pengunjung," ujar Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka Tengah Muchlisin di Koba, Minggu.

    Muchlisin menjelaskan, lokasi salat gerhana berada di pinggir pantai di Desa Terentang III dengan panjang sekitar empat kilometer.

    "Diperkirakan jemaah yang ikut salat gerhana matahari mencapai ribuan orang karena pengunjung sudah mulai berdatangan sejak Sabtu, 5 Maret 2016," ujarnya.

    Muchlisin mengatakan lokasi untuk salat gerhana sudah dibersihkan dan disterilkan dari aktivitas manusia agar benar-benar bersih.

    "Lokasinya sudah kami siapkan beberapa hari yang lalu. Sekarang sudah bersih dan siap dipakai untuk tempat salat gerhana," ujarnya.

    Pemerintah daerah, kata Muchlisin, juga sudah mempersiapkan fasilitas pendukung lainnya, termasuk kacamata khusus untuk melihat gerhana dan teleskop.

    "Kacamata khusus untuk melihat gerhana kami siapkan 5.500 unit dan teleskop 10 unit," ujarnya. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.