Warga Sorong Curiga Labora Ada di Bunker  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Labora Sitorus di Kecamatan Tambak Garam, Sorong, Papua saat digerebek aparat gabungan, Jumat, 4 Maret 2016. Istimewa

    Rumah Labora Sitorus di Kecamatan Tambak Garam, Sorong, Papua saat digerebek aparat gabungan, Jumat, 4 Maret 2016. Istimewa

    TEMPO.CO, Sorong - Warga sekitar menduga Labora Sitorus, terpidana perkara pembalakan liar dan pencucian uang, bersembunyi di ruang bawah tanah dalam areal PT Rotua Kelurahan Tampa Garam, Kota Sorong, agar tidak dieksekusi ke Lapas Cipinang Jakarta. 

    Anjas (34), warga di sekitar PT Rotua di Kelurahan Tampa Garam, Sorong, saat ditemui Minggu, mengatakan Labora Sitorus kemungkinan masih berada di areal perusahaan miliknya, tidak lari ke mana-mana.

    "Kami menduga Labora Sitorus bersembunyi di ruang bawah tanah di areal PT Rotua karena yang bersangkutan sudah berjanji hidup dan mati di tempat itu, tidak ke mana-mana," kata Anjas.

    Anjas mengatakan Labora juga mengancam bunuh diri jika dieksekusi pindah dari Lapas Kota Sorong ke Lapas Cipinang Jakarta. 

    Kepala Lapas Sorong Maliki yang memberi keterangan terpisah mengaku sudah menyisir di PT Rotua, tapi tidak ditemukan tanda-tanda ruang bawah tanah yang dicurigai warga setempat.

    Maliki mengatakan Labora diduga kabur melalui jalur laut saat tim eksekusi dan aparat kepolisian mendobrak masuk ke kediamannya di PT Rotua, Jumat, 4 Maret 2016.

    Dia mengatakan Labora Sitorus sakit dan tidak bisa berjalan jauh bahkan lari, sehingga diduga yang bersangkutan masih berada di wilayah Sorong dan dilindungi oleh keluarga dan karyawannya.

    Pihak lapas yang berkoordinasi dengan pihak kepolisian masih mencari keberadaan mantan anggota Polres Raja Ampat itu untuk dipindahkan ke Lapas Cipinang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.