Antisipasi Anthrax, Ratusan Sapi di Parepare Divaksinasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Machfoed Gembong

    TEMPO/Machfoed Gembong

    TEMPO.CO, Parepare - Dokter hewan dari Dinas Pertanian, Kehutanan, Perikanan, dan Kelautan Kota Parepare, Sulawesi Selatan, terus melakukan penyuntikan atau vaksinasi terhadap ternak sapi milik para peternak. “Vaksinasi dilakukan guna mengantisipasi masuknya virus anthrax ke Parepare,” kata Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, Perikanan, dan Kelautan Kota Parepare Damilah Husain, Minggu, 6 Maret 2016.

    Menurut Damilah, sejak dimulai Sabtu, pekan lalu, petugas yang didampingi dokter hewan setiap hari mendatangi sentra peternakan sapi di delapan wilayah di Kota Parepare. Keseriusan vaksinasi dilakukan setelah beredar kabar puluhan ekor sapi di Kabupaten Pinrang, daerah tetangga Parepare, mati mendadak. “Kami akan datangi sapi yang ada di kandangnya, baik di kandang ukuran besar maupun kecil,” ujarnya.

    Damilah menjelaskan, selain kegiatan vaksinasi, juga dilakukan pengawasan terhadap lalu lintas perdagangan ternak yang datang dari luar daerah dan masuk ke Parepare. “Sudah banyak sapi yang masuk dari Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Sidrap yang kami tolak masuk ke Parepare,” ucapnya, sembari mengimbau warga segera melapor bila sapi peliharaannya mengalami kelainan yang mencurigakan.

    Langkah lain yang dilakukan, kata Damilah, adalah melakukan inspeksi ke pasar-pasar yang menjual daging sapi. Petugas ingin memastikan daging sapi yang dijual tidak mengandung virus anthrax sehingga aman dikonsumsi masyarakat.

    Seorang pedagang daging sapi, Bahar, daging sapi yang dijualnya berasal dari Parepare dan Sidrap. “Daging sapi dari Pinrang tidak lagi kami jual setelah mendapat informasi adanya virus anthrax yang menyerang sapi-sapi di Pinrang,” tutur Bahar, yang menjual daging di pasar di Kelurahan Tiro Sompe, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare.

    Virus anthrax di Kabupaten Pinrang telah mengakibatkan kematian mendadak 31 ekor sapi dan 5 ekor kerbau. Penyebab kematiannya dipastikan karena terserang virus anthrax. Hal itu diperkuat oleh hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter hewan dari Dinas Peternakan Kabupaten Pinrang, I Gede Adika, beberapa hari lalu.

    Pemeriksaan yang dilakukan I Gede Adika dengan mengambil sampel berupa limpa dan tanah yang ditempati sapi yang mati milik La Nohong, salah seorang peternak sapi di Malimpung. Dari pemeriksaan itu diketahui sapi itu mati mendadak karena positif terkena virus anthrax.

    DIDIET HARYADI SYAHRIR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.