Kapal Karam, Kementerian Perhubungan: Rafelia 2 Punya Surat Izin Berlayar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang korban kapal KMP Rafelia 2 yang tenggelam mendapatkan perawatan di Banyuwangi, Jawa Timur, 4 Maret 2016. ANTARA/ Budi Candra Setya

    Seorang korban kapal KMP Rafelia 2 yang tenggelam mendapatkan perawatan di Banyuwangi, Jawa Timur, 4 Maret 2016. ANTARA/ Budi Candra Setya

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Pelaksana tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Umar Aris mengatakan kapal Rafelia 2 sudah dilengkapi dengan surat persetujuan berlayar ketika berangkat dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang.

    Hal ini dikatakan Umar saat memantau kasus kecelakaan ini di kantor ASDP Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu sore kemarin, 5 Maret 2016. "Sebagaimana lazimnya kapal berangkat, itu sudah dilengkapi dengan surat izin pelayaran. Saya sudah cek surat persetujuan pelayarannya, dikeluarkan syahbandar di tempat kapal berangkat," ucap Umar.

    Menurut Umar, untuk mengeluarkan surat persetujuan berlayar, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. "Sertifikat-sertifikatnya dilihat, dan itu semua lengkap," ujarnya.

    Namun musibah ini tetap terjadi. "Apa penyebabnya, yang berkompeten menjelaskan persoalan itu adalah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)," tuturnya.

    Baca: Tragis, Ibu dan Bayi Korban Kapal Rafelia 2 Tewas Berpelukan

    KNKT, ucap Umar, sudah mulai bekerja. "Hari ini telah saya cek. Tentunya ada tahapan-tahapan, wawancara, mengecek prosedur. Ada waktunya nanti menentukan penyebab-penyebab terjadinya kecelakaan."

    Sementara itu, Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Pelayaran KNKT Kapten Aldrin Dalimunte mengatakan pihaknya sudah mulai melakukan investigasi pada Sabtu, 5 Maret 2016. "Kami melakukan investigasi awal terhadap para penumpang yang selamat berdasarkan data yang diberikan," ujarnya.

    Menurut Aldrin, wawancara kepada penumpang selamat ini cukup penting. “Penumpang bisa menceritakan yang sesungguhnya terjadi saat kapal itu sedang berlayar atau akan mengalami kecelakaan. Kami memulai dengan investigasi tersebut,” tuturnya

    Baca Juga: KNKT Mulai Menginvestigasi Penyebab Karamnya Rafelia 2

    Investigasi terhadap kru pengendali kapal itu, kata dia, juga sangat diperlukan. "Namun, mengingat kondisi fisik serta psikologis kru yang belum bisa diwawancarai, kami tunda dulu," ucap Aldrin. “Mudah-mudahan, setelah bertemu dengan keluarga, mereka pulih kembali.”

    Seperti diberitakan sebelumnya, Kapal Rafelia 2 karam di Selat Bali pada Jumat lalu. Kapal itu mengangkut 81 penumpang. Dari 81 penumpang itu, 76 orang selamat, 4 orang ditemukan meninggal dunia, dan 1 lain masih hilang.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.