Ahli Waris Korban Tewas Rafelia 2 Dapat Santunan Rp 100 juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban KMP Rafelia II di perairan Selat Bali, Banyuwangi, Jawa Timur, 5 Maret 2016. Tim SAR gabungan menerjunkan penyelam untuk mencari korban dari kapal yang tenggelam pada Jumat kemarin. ANTARA/Budi Candra Setya

    Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban KMP Rafelia II di perairan Selat Bali, Banyuwangi, Jawa Timur, 5 Maret 2016. Tim SAR gabungan menerjunkan penyelam untuk mencari korban dari kapal yang tenggelam pada Jumat kemarin. ANTARA/Budi Candra Setya

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Ahli waris korban tewas dalam insiden karamnya KMP Rafelia 2 di Selat Bali akan mendapat santunan Rp 100 juta. Sedangkan kepada korban luka yang dirawat di rumah sakit, pihak Jasa Raharja akan memberikan biaya perawatan.

    Kepala Cabang Jasa Raharja Jawa Timur R. Edi Supriadi mengatakan korban luka ada 12 orang yang dibawa ke rumah sakit. "Semua biaya perawatannya ditanggung Jasa Raharja dan Jasa Raharja Putra," ucapnya di Banyuwangi, Sabtu, 5 Maret 2016.

    Dari Jasa Raharja besarannya maksimal Rp 10 juta, sedangkan dari Jasa Raharja Putra maksimal Rp 27,5 juta maksimal. "Jadi total biaya perawatan korban di rumah sakit sebesar Rp 37,5 juta," ujar Edi.

    Adapun ahli waris korban meninggal dunia akan mendapatkan Rp 100 juta. "Rp 25 juta dari Jasa Raharja dan Rp 75 juta dari Jasa Raharja Putra," tutur Edi. "Selain membayar kewajiban sesuai dengan undang-undang, seperti iuran Jasa Raharja, penumpang membayar asuransi tambahan yang dilaksanakan Jasa Raharja Putra. Jadi korban dapat dua santunan." 

    Baca Juga: KNKT Mulai Menginvestigasi Penyebab Karamnya Rafelia 2

    Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Umar Aris mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan ihwal biaya perawatan korban luka serta santunan untuk ahli waris korban meninggal dunia. "Untuk Jasa Raharja, kami sudah cek sesuai dengan tanggung jawabnya, baik kepada korban meninggal dunia maupun yang masih sakit. Sudah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan," ucapnya.

    Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berujar, korban luka dan meninggal dunia sebagian besar adalah orang miskin. "Jangan sampai mereka terjebak pada prosedural administrasi pengurusan santunan atau biaya perawatan," tuturnya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Kapal Rafelia 2 karam di Selat Bali pada Jumat lalu. Kapal itu mengangkut 81 penumpang. Dari 81 penumpang itu, 76 orang selamat, 4 orang ditemukan meninggal dunia, dan 1 lain masih hilang.

    DAVID PRIYASIDHARTA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.