DPR Usul 4 Agenda KTT OKI: Jangan Seremonial Belaka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel TNI mengawal kendaraan yang akan digunakan oleh para pejabat peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-5 Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) saat simulasi pengamanan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 4 Maret 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Personel TNI mengawal kendaraan yang akan digunakan oleh para pejabat peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-5 Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) saat simulasi pengamanan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 4 Maret 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Keagaamaan DPR Saleh Partaonan Daulay meminta agar Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dapat dijadikan ajang membantu mengatasi permasalahan di dunia Islam. "Pertemuan ini jangan sampai berakhir sebagai acara seremonial belaka," kata Saleh.

    Menurut Saleh problematika dunia Islam saat ini semakin kompleks dan membutuhkan perhatian dan penyelesaian. Dengan diadakannya KTT ini di Jakarta, Saleh mengatakan hal ini dapat dijadikan momentum untuk menyelesaikan masalah ini.

    Dengan berkumpulnya negara-negara Islam, diharapkan dapat dijadikan ajang untuk bersama-sama mencari jalan keluar dan solusi.

    "Mumpung pelaksanaan KTT ini di Jakarta, Indonesia tentu bisa melakukan upaya-upaya diplomatik sehingga persoalan-persoalan tersebut bisa diatasi," kata Saleh dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu, 5 Maret 2016.

    KTT OKI rencananya akan dilangsungkan 6 Maret hingga 7 Maret 2016. Dalam pertemuan ini ada empat agenda penting yang menurut Saleh seharusnya dibahas.

    Pembahasan yang paling banyak mendapatkan sorotan adalah mengenai kemerdekaan bagi Palestina. Menurut Saleh, sudah sewajarnya KTT OKI membahas mengenai kemerdekaan Palestina yang sudah lama menggantung.

    Kedua, acara ini juga akan membahas mengenai konflik kepentingan yang terjadi di tingkat internal dan eksternal di kawasan Timur Tengah. "Arus dan gelombang demokratisasi yang terjadi di kawasan Timur Tengah harus berjalan secara damai," ujar dia.

    Pembahasan ketiga yang tak kalah penting adalah mengenai gerakan radikalisme dan terorisme. Menurut Saleh dengan adanya KTT OKI seharusnya dapat memprakarsai gerakan tersebut dengan melibatkan negara-negara lainnnya.

    Pembahasan terakhir yakni mengenai peningkatan jumlah pengungsi dari kawasan Timur Tengah ke Eropa, AS, Australia, dan Kanada. Hal ini menurut Saleh perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan persoalan baru.

    KTT OKI rencananya akan diikuti sekitar 49 delegasi negara yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Selatan. Konferensi ini ditujukan untuk membahas isu tentang Palestina dan ancaman aksi terorisme kepada dunia Islam.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.