Beredar Kabar Jenderal Tito Diganti, Humas Polda: Cuma Isu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian, Jakarta,  TEMPO/Imam Sukamto

    Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian, Jakarta, TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iqbal memberikan tanggapan terkait dengan kabar adanya rotasi jabatan di tubuh Kepolisian Republik Indonesia.

    "Isu saja itu, karena sampai saat ini belum ada telegram resmi dari Mabes Polri," kata Iqbal melalui pesan pendek kepada Tempo, Sabtu, 5 Maret 2016.

    Di media sosial, beredar informasi bahwa Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian akan dimutasi dan menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. "Menggantikan Komisaris Jenderal Saud Usman yang memasuki masa pensiun," ucap Iqbal, yang juga mendapat kabar tersebut.

    Selain Tito, pejabat lain yang diganti adalah Gubernur Akademi Kepolisian Inspektur Jenderal Anas Yusuf, yang menggantikan Komisaris Jenderal Anang Iskandar sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri.

    Ada juga kabar mengenai Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Mugiharto yang akan menjadi Kapolda Metro Jaya. Lalu Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Irjen Rycko Amelza akan menjadi Kapolda Jawa Barat.

    Iqbal menegaskan, semua kabar mengenai rotasi jabatan itu tidak benar. Sebab, menurut dia, belum ada telegram resmi terkait dengan mutasi pejabat Polri. "Anggap saja berita yang beredar tersebut sebagai isu belaka."

    Tito Karnavian kuliah di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang dan menjadi lulusan terbaik dengan predikat Adhi Makayasa pada 1987.

    Moechgiyarto merupakan lulusan terbaik atau peraih Adhi Makayasa pada 1986. Sedangkan Rycko Amelza penerima Adhi Makayasa tahun 1988. Tiga perwira tinggi ini disebut-sebut sebagai calon Kepala Polri mendatang.

    FRISKI RIANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.