Menteri Gaduh, Fadli Zon Minta Jokowi Tegas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fadli Zon dalam jumpa pers terkait pertemuan dengan Donald Trump di Senayan, Jakarta, 14 September 2015. Fadli dan rombongan yang bertemu Trump mengaku tak masalah pertemuan tersebut bakal diusut Mahkamah Kehormatan DPR. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Fadli Zon dalam jumpa pers terkait pertemuan dengan Donald Trump di Senayan, Jakarta, 14 September 2015. Fadli dan rombongan yang bertemu Trump mengaku tak masalah pertemuan tersebut bakal diusut Mahkamah Kehormatan DPR. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon mengatakan kegaduhan yang terjadi antarmenteri di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla karena masalah kepemimpinan. Menurut dia, keributan bisa diselesaikan jika pemimpin bersikap tegas.

    "Ini hanya masalah leadership. Seharusnya seorang pemimpin dapat menyelesaikan ini dengan mudah, lima menit kelar," ujar Fadli dalam acara diskusi bertema “Menteri Ribut Bikin Ribet” di Warung Daun, Cikini, Sabtu, 5 Maret 2016.

    Fadli menuding Jokowi tak tahu persoalan yang terjadi di pemerintahannya. Dia mencontohkan kasus pengadaan pesawat Airbus yang menimbulkan pertentangan antara Rizal Ramli dan Rini Soemarno. "Waktu saya tanya Presiden, ternyata dia tidak tahu, malah Pak JK (Jusuf Kalla) yang tahu,” ujarnya.

    Beberapa menteri di Kabinet Kerja memang terlihat sedang saling serang. Pertama, perseteruan antara Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said perihal pembangunan Blok Masela. Selain saling perang pernyataan, keduanya perang di media sosial.

    Saling serang juga terjadi antara Sekretaris Kabinet Pramono Anung serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Ja’far yang saling sindir mengenai protes Marwan soal PT Garuda Indonesia.

    ARIEF HIDAYAT



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.