Labora Sitorus Kabur, Luhut: Dia Akan Menerima Konsekuensi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan, bersama  anggota Mahkamah Kehormatan Dewan  Kahar Muzakir (kanan) memberikan keterangan kepada awak media, di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, 11 Desember 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan, bersama anggota Mahkamah Kehormatan Dewan Kahar Muzakir (kanan) memberikan keterangan kepada awak media, di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, 11 Desember 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COKaranganyar - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah tidak main-main dalam mengejar Labora Sitorus, terpidana kasus pembalakan liar dan pencucian uang di Sorong, Papua. Luhut yakin aparat mampu menangkap Labora serta beking yang kemungkinan melindunginya.

    Menurut Luhut, aparat gabungan telah berusaha membawa Labora dari rumahnya yang terletak di Sorong. "Mereka (aparat) menjalankan tugas sesuai peraturan negara," kata Luhut saat ditemui di Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu, 5 Maret 2016.

    Hanya, upaya aparat tersebut dihalang-halangi para pendukung Labora. Mereka menjaga rumah dengan ketat sehingga Labora berhasil kabur. "Tidak boleh negara diatur oleh para preman seperti itu," ujarnya.

    Luhut menegaskan bahwa aparat gabungan akan berusaha keras untuk menangkap bekas anggota kepolisian berpangkat ajun inspektur satu tersebut. "Dia akan menerima konsekuensi dari apa yang telah dia lakukan," tuturnya. Luhut menilai Labora telah meremehkan pemerintah. "Dia mengira bahwa uang bisa mengatur segalanya. Anda lihat nanti."

    Sebelumnya, proses pemindahan Labora ke Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta, gagal dilakukan. Labora tidak berada di kediamannya saat hendak dijemput oleh petugas gabungan.

    Puluhan warga berupaya menghalang-halangi aparat yang hendak menjemput Labora. Bahkan mereka memasang barikade berupa kayu hingga kontainer.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?