Pelindo III Luncurkan Aplikasi Dukung Kegiatan Kepelabuhanan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) meberikan arahan kepada Dirut Pelindo III Djarwo Suryanto (kedua kanan) dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani (kanan) saat meninjau Pelabuhan JIIPE, Gresik, Jawa Timur, 11 November 2015. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Presiden Joko Widodo (kiri) meberikan arahan kepada Dirut Pelindo III Djarwo Suryanto (kedua kanan) dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani (kanan) saat meninjau Pelabuhan JIIPE, Gresik, Jawa Timur, 11 November 2015. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Surabaya - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III merancang aplikasi teknologi informasi guna mendukung kegiatan kepelabuhanan. Badan usaha milik negara ini bakal mentransformasikan seluruh proses bisnis di pelabuhan-pelabuhan yang dikelolanya.

    Menurut Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto, pada 2018, pihaknya menggunakan basis teknologi informasi pada seluruh proses administrasi dan operasional.

    "Pelindo III bertekad menjadikan pelabuhan sebagai full handling terminal. Dengan salah satu strategi utamanya adalah transformasi teknologi atau full information and communication technology based system," ucap Djarwo dalam keterangan tertulis, Jumat, 4 Maret 2016.

    Presiden Joko Widodo, ujar Djarwo, meminta semua pelabuhan menyediakan informasi yang lengkap bagi pengguna jasa. Itu bisa terjadi jika sistem yang ada di pelabuhan terkoneksi satu sama lain. “Beliau berharap pengguna jasa bisa tahu di mana posisi barang miliknya sekarang, di kapal apa, dikirim ke mana, tiba kapan, dan lain sebagainya.”

    Pelindo III mengklaim telah memiliki master plan pengembangan teknologi informasi sejak 2015. Pada 2016, penerapannya telah mencapai tahap kedua bagian utama, yakni front end dan back end. Aplikasi pada bagian front end antara lain berupa aplikasi peti kemas, aplikasi nonpeti kemas, dan jasa pelayanan kapal.

    Sedangkan aplikasi untuk kegiatan bongkar-muat peti kemas yang bernama Spiner akan diterapkan di berbagai pelabuhan untuk meningkatkan bongkar-muat yang lebih efisien. Pelabuhan-pelabuhan tersebut antara lain Tanjung Perak, Lembar, Benoa, Kumai, Sampit, Bima, Maumere, Batulicin, Waingapu, Ende, Kalabahi, Bumiharjo, dan Badas yang tersebar di tujuh provinsi.

    Terdapat pula aplikasi bongkar-muat nonpeti kemas yang dinamai Gen-C dan aplikasi pelayanan jasa kapal (PMIS) yang akan diterapkan hampir di semua pelabuhan yang dikelola Pelindo III pada Juni tahun ini. "Penerapan tiga aplikasi tersebut akan mengkoneksikan pelabuhan satu dengan pelabuhan lain, sehingga proses bisnis akan semakin efektif dan efisien."

    ARTIKA RACHMI FARMITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?